Dukung MBKM, Ditjen Vokasi Lepas Mahasiswa Magang ke Hungaria

0

JAKARTA (Suara Karya): Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) mengirim 50 mahasiswa program magang ke Hungaria. Selain dibebaskan dari semua biaya, peserta program juga dapat uang saku sekitar 800 euro per bulan.

“Mereka akan magang di perusahaan di Hungaria selama 1-2 semester. Praktik di industri ini memiliki bobot sebesar 40 SKS,” kata Dirjen Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto saat melepas keberangkatan para mahasiswa ke Hungaria, Selasa (26/10/21).

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Persatuan Insiyur Indonesia (PII), Heru Dewanto dan Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi (PTVP), Ditjen Vokasi Kemdikbudristek, Beny Bandanadjaja.

Wikan menjelaskan, program magang industri di luar negeri merupakan penerapan dari Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Lewat program tersebut, diharapkan mahasiswa menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja.

“Siswa maupun mahasiswa vokasi harus memiliki pengalaman bekerja, tak hanya tingkat nasional tetapi juga internasional. Pengalaman kerja itu mencakup kompetensi nonteknis (soft skills), kompetensi teknis (hard skills), kepemimpinan (leadership), dan sikap (attitude),” tuturnya.

Karena, lanjut Wikan, fokus dari program MBKM pada capaian pembelajaran (learning outcomes). Kurikulum pendidikan tinggi pada dasarnya tak sekadar kumpulan mata kuliah, tetapi rangkaian proses pembelajaran untuk menghasilkan suatu capaian pembelajaran.

Dan yang tak kalah penting, siswa maupun mahasiswa vokasi harus memiliki kesenangan (passion) terhadap aktivitas studi. Dengan demikian, kompetensi akan terbentuk. “Lewat program magang inilah, mahasiswa bisa membuktikan kompetensi, daya saing dan kemandiriannya,” ucapnya.

Wikan mengungkapkan, program magang ke Hungaria itu bisa terlaksana berkat dukungan dari PII. Saat ini ada dua perusahaan yang menerima mahasiswa Indonesia, yaitu Gémtech Ltd dan Bio Fungi. Ia berharap tahun depan, jumlah perusahaan Hungaria semakin bertambah.

Ketua Persatuan Insiyur Indonesia (PII), Heru Dewanto mengemukakan, program magang ini memiliki dua pondasi. Pertama adalah hukum ekonomi, yakni pasokan dan permintaan. “Ada permintaan dari Hungaria karena negara itu sedang berkembang dan butuh tenaga vokasi. Di sisi lain, pendidikan vokasi sedang digalakkan di Indonesi,” katanya.

Kedua, pondasi akademik. Program itu bagian dari pendidikan vokasi, dimana pengalaman kerja magang di Hungaria selama 1-2 semester adalah bagian dari SKS baik di politeknik maupun sekolah vokasi. “Jadi tidak waktu yang hilang untuk bekerja. Karena mahasiswa tetap dapat SKS setelah selesai,” katanya.

Disebutkan, saat ini ada 10 perusahaan lagi dari Hungaria yang membutuhkan sekitar 20-30 orang pemagang dari Indonesia. Artinya, ada sekitar 200 hingga 300 mahasiswa akan diberangkatkan kembali untuk tahap selanjutnya

Karena itu, Heru berpesan agar para peserta memanfaatkan peluang ini untuk menunjukkan kompetensi, sikap kerja, dan moral yang terbaik. Menurutnya, ini adalah kesempatan untuk mengenal industri berskala internasional.

“Anda mewakili nama Indonesia, Anda semua pelopor dalam program magang di Hungaria ini,” kata Heru.

Peserta program magang berasal dari
Politeknik Negeri Batam, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Politeknik Negeri Bali, Politeknik Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) Surakarta, Politeknik Manukfatur Astra dan Sekolah Vokasi Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).

Selain itu, masih ada peserta dari Politeknik Negeri Batam, Universitas Hasanuddin, Politeknik Negeri Sriwijaya, Institut Teknologi Nasional, Politeknik Negeri Lampung, Institut Pertanian Bogor (D3), Institut Teknologi Yogyakarta (S1), Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Lampung.

Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi (PTVP) Beny Bandanadjaja menambahkan, proses pemberangkatan peserta akan dilakukan secara bertahap. Proses keberangkatan didampingi oleh perwakilan dari Kemdikbudristek.

Sekilas informasi tentang 2 perusahaan magang di Hungaria. Gepeszeti Mernoki Technologiai atau Gémtech Ltd adalah produsen struktur baja dan mesin yang berkembang pesat di Eropa Tengah. Perusahaan tersebut berlokasi di Napkor, Hungaria.

Sedangkan perusahaan lainnya adalah Bio Fungi. Perusahaan itu eksportir jamur terbesar di Kawasan Eropa Tengah dan Timur. Bio Fungi memproduksi 2.500 ton kompos jamur dan 130-150 ton jamur setiap minggu, di mana 70 persen di antaranya dijual di pasar internasional. (Tri Wahyuni)