Suara Karya

Gandeng KND, LLDikti Wilayah III Pastikan Kampus Lebih Inklusif untuk Semua

JAKARTA (Suara Karya): Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III bersama Komisi Nasional Disabilitas (KND) menggelar pembahasan rencana kerja sama penguatan pendidikan tinggi inklusif.

Pertemuan itu menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antar institusi guna memastikan perguruan tinggi di Wilayah III mampu menghadirkan layanan pendidikan yang setara, aksesibel, dan berkeadilan bagi seluruh mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas.

Kepala LLDikti Wilayah III, Henri Tambunan dalam sambutan pembukanya, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan melalui dukungan kebijakan dan pendampingan dari KND.

Menurutnya, pemahaman yang komprehensif terhadap regulasi dan instrumen pendidikan inklusif, menjadi kunci agar kebijakan tersebut dapat diterapkan secara tepat dan berkelanjutan di perguruan tinggi.

“Kami berharap tim LLDikti Wilayah III dibekali dengan kebijakan, regulasi, serta instrumen pendukung dari KND, sehingga kami dapat mengimplementasikan secara konkret di perguruan tinggi,” kata Henri dalam acara yang digelar di Kantor LLDikti Wilayah III, Jakarta, Jumat (20/2/26).

Sejalan dengan hal tersebut, Komisioner KND, Jonna Aman Damanik menekankan, semangat globalisasi kampus harus diwujudkan dalam praktik nyata yang inklusif, bukan sekadar narasi.

Ia menyoroti masih adanya kesenjangan antara deklarasi kampus global dan kesiapan fasilitas serta sistem pembelajaran yang ramah disabilitas.

“Banyak kampus mendeklarasikan diri sebagai ‘global’, tetapi inklusivitas baru sekadar slogan. Di sinilah pentingnya KND hadir membantu menyusun sumber dan instrumen yang aplikatif,” ujarnya.

Pembahasan rencana kerja sama itu juga mencakup pengembangan instrumen modalitas, yang akan digunakan sebagai alat pemetaan awal terhadap kesiapan dan fasilitasi perguruan tinggi dalam mendukung pembelajaran inklusif.

Pemetaan itu diharapkan dapat memberi gambaran objektif mengenai kondisi yang ada di perguruan tinggi, baik dari aspek kebijakan, sarana prasarana, maupun dukungan akademik.

Hasil pemetaan selanjutnya akan menjadi dasar langkah strategis lanjutan bagi LLDikti Wilayah III dan KND dalam merumuskan program pendampingan, penguatan kapasitas, serta kebijakan yang lebih tepat sasaran.

“Melalui kolaborasi ini, LLDikti Wilayah III dan KND menegaskan komitmen bersama untuk mendorong terwujudnya pendidikan tinggi yang inklusif dan berdampak,” ucapnya.

Sinergi itu diharapkan mampu memperkuat peran perguruan tinggi sebagai ruang belajar yang aman, ramah, dan adil bagi semua. Sekaligus memastikan tidak ada mahasiswa yang tertinggal dalam mengakses dan menyelesaikan pendidikan tinggi. (Tri Wahyuni)

Related posts