TANGSEL (Suara Karya): Sekolah Kharisma Bangsa kembali mengukuhkan posisinya sebagai institusi pendidikan unggulan di Indonesia.
Sepanjang tahun akademik 2025-2026, sekolah itu berhasil mencatatkan jejak prestasi yang luar biasa, mulai dari medali emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) hingga prestasi di kancah internasional (IOAA) di Mumbai, India.
Demikian dikemukakan Kepala Sekolah SMA Kharisma Bangsa, Muhammad Budiawan kepada media di sekolah yang berlokasi di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Sabtu (31/1/26).
Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Sekolah SMP Kharisma Bangsa, Ridho Anwar Tumbuan.
Prestasi itu sekaligus menjadi bukti betapa seriusnya sekolah tersebut dalam pembinaan sains. Bahkan bisa dikatakan pembinaan bidang STEM (Sains, Teknologi, Enginering dan Matematika) di Kharisma Bangsa merupakan salah satu yang terkuat di Indonesia.
Pada ajang OSN yang digelar Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdaamen), sebanyak 13 siswa melaju ke final nasional dengan raihan 5 penghargaan utama, termasuk medali emas bidang Astronomi dan medali perak bidang Matematika serta Biologi.
Tak berhenti di situ, pada ajang Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2026, Kharisma Bangsa mengirimkan 24 kelompok finalis dan sukses membawa pulang 10 penghargaan.
Prestasi ini mencakup medali emas pada bidang Biologi dan Fisika, medali lerunggu di Bidang Lingkungan dan Biologi dan ‘Honorable Mention’ pada bidang Rekayasa Teknologi, Robotika, Komputer, dan Lingkungan.
Sementara itu di level dunia, salah satu siswa Kharisma Bangsa, yaitu Jasper Rexx Putra Cakra, sukses mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali perak pada International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) ke-18 di Mumbai, India pada akhir Agustus 2025.
“Prestasi ini menjadi bukti, kualitas pendidikan di Kharisma Bangsa memiliki daya saing global yang setara dengan siswa terbaik dari berbagai belahan dunia,” ungkap Muhammad Budiawan yang akrab disapa Awan.
Sekolah Kharisma Bangsa juga tak hanya fokus pada akademik, tetapi juga ranah kreativitas. Siswanya meraih medali perunggu dan honorable mention dalam ajang Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI) untuk kategori menggambar digital, menulis esai, dan tari tradisional.
Sementara di lapangan hijau, tim basket Eagle Putri Kharisma Bangsa sukses menjadi Juara 1 DBL Banten, disusul oleh tim Eagle Putra sebagai runner-up. Keberhasilan ini menunjukkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan ketangguhan fisik.
“Kesuksesan beruntun ini merupakan hasil dari sistem pembinaan komprehensif,” tegasnya.
Sekolah yang terletak di Tangerang Selatan ini berkomitmen melaksanakan pembinaan siswa sejak dini melalui Program EduOS yaitu kolaborasi dengan Eduversal untuk pembinaan olimpiade, Supervisi Science Project melalui pendampingan rutin oleh guru ahli, dan pelatihan profesional pada bidang seni dan olahraga dengan menghadirkan tim pelatih olahraga dan seni yang berdedikasi.
“Kharisma Bangsa tidak semata berorientasi pada medali, melainkan pada pembentukan karakter, kemandirian, dan daya juang siswa,” kata Awan menegaskan.
Prestasi ini pun menjadi portofolio strategis bagi para siswa untuk menembus universitas ternama, baik di dalam maupun luar negeri.
Karena itu, tidak mengherankan jika banyak lulusan Kharisma Bangsa yang diterima dan melanjutkan sekolahnya di institusi-institusi ternama dunia seperti Harvard University, Nanyang Technological University (NTU), dan National University of Singapore (NUS), Carnegie Mellon University, University of Waterloo.
Apalagi, Kharisma Bangsa dikenal sebagai Cambridge International School yang membekali siswa dengan kurikulum internasional, memfasilitasi lulusannya untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (Tri Wahyuni)
