Suara Karya

Inflasi Jakarta Juli 2025 Terkendali, TPID DKI Terus Perkuat Sinergi Pengendalian Harga

JAKARTA (Suara Karya): Inflasi DKI Jakarta pada Juli 2025 tercatat sebesar 0,11% (mtm), menurun dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,13% (mtm). Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyebutkan bahwa pencapaian ini menegaskan efektivitas koordinasi dan sinergi dalam menjaga stabilitas harga di ibu kota.

Inflasi bulanan tersebut utamanya disumbang oleh kenaikan harga pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, kelompok Pendidikan, serta kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya. Sebaliknya, kelompok Transportasi dan kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan mencatat deflasi yang turut menahan tekanan inflasi lebih lanjut.

Secara tahunan, inflasi Jakarta pada Juli 2025 tercatat sebesar 2,25% (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang sebesar 2,37% (yoy), dan tetap berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%.

“Inflasi kelompok bahan makanan, khususnya bawang merah dan cabai rawit, meningkat karena pasokan terbatas akibat curah hujan tinggi di daerah sentra produksi. Namun penurunan harga jeruk dan bawang putih membantu meredam tekanan lebih lanjut,” kata Iwan dalam keterangan tertulisnya dikutip, Sabtu (2/8/2025).

Kelompok Pendidikan juga turut memberi andil inflasi dengan kenaikan tarif masuk sekolah dasar, terutama sekolah swasta, seiring tahun ajaran baru. Di sisi lain, meningkatnya permintaan terhadap emas perhiasan mendorong inflasi di kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya.

Sementara itu, deflasi -0,23% di kelompok Transportasi terutama dipicu oleh turunnya tarif angkutan udara yang terdampak stimulus pemerintah selama liburan sekolah, serta penurunan tarif kendaraan roda empat online. Meski demikian, penyesuaian harga BBM nonsubsidi per 1 Juli menahan deflasi lebih lanjut. Kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan juga mencatat deflasi -0,11% seiring turunnya harga ponsel.

Iwan menegaskan bahwa terkendalinya inflasi Jakarta tidak terlepas dari peran aktif Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta yang terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas instansi. Selama Juli 2025, TPID DKI telah menjalankan sejumlah langkah strategis, seperti:

  1. Pasar murah dan program pangan bersubsidi oleh BUMD pangan.
  2. Festival Urban Farming yang mengedukasi dan mendukung pelaku pertanian kota.
  3. Kerja sama antara PT Food Station Tjipinang Jaya dan Koperasi Produsen Induk KUD Indonesia dalam penguatan distribusi pangan dari desa ke kota.
  4. Penjualan bahan pangan melalui mobil truk oleh BUMD.
  5. Rapat koordinasi dan capacity building teknis TPID dengan tema penguatan sinergi menghadapi tantangan ekonomi global dan domestik.

“Ke depan, sinergi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bank Indonesia, dan seluruh stakeholders yang tergabung dalam TPID akan terus diperkuat. Strategi 4K Ketersediaan pasokan, Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif akan tetap menjadi fondasi utama, termasuk melalui program GNPIP,” kata Iwan. (Boy)

 

Related posts