JAKARTA (Suara Karya) : Berbagai terobosan yang dilakukan PB Percasi dalam memajukan prestasi atlet senior dan junior, diantaranya menggelar event Invitation Match 2026 Senior vs Young Stars Chess Tournament yang dihelat di Hotel Mewangi, Bandung 25 – 31 Maret 2026.
“Melalui event tersebut atlet junior tidak ragu melawan para seniornya untuk mencari tampuk juara. Dengan begitu para atlet junior bukan saja mengejar kemenangan, namun juga meraih pengalaman yang matang, ‘tegas
Pembina PB Percasi, Ir. Eka Putra Wirya
di Jakarta, kemarin.
Dengan bertemunya pecatur junior menghadapi para seniornya dalam satu pertarungan katanya, selain menguji kemampuan ilmu bermain dipapan 64 petak, juga menguji mental tandingnya.
Semua itu mempunyai penilaian khusus dan kreatifitas tersendiri yang dilakukan PB Percasi dalam menempa para atletnya menuju jenjang yang lebih tinggi lagi. Dengan harapan, para atlet junior terus berbenah memperdalam ilmu permainan catur yang telah dimilikinya.
“Ilmu yang dimiliki seorang atlet terus diasah secara rutin dalam pertandingan, selain belajar sendiri baik lewat layar monitor kompiuter maupun para pelatih yang menanganinya, ” kata
Eka Putra Wirya.
Melalui berbagai cara dalam meningkatkan prestasi atlet sangat penting sekali, apalagi para atlet itu dalam penempaan di Pelatnas yang diharapkan dapat membela nama baik bangsa dan negara dipercaturan Internasional seperti halnya SEA Games, Asian Games maupun Olimpiade catur itu sendiri.
Menurutnya, menjadi atlet melakukan latihan sudah merupakan suatu kewajiban tersendiri dalam mengasah dan meningkatkan prestasi ilmu catur yang dimiliki. Dengan begitu, seorang pecatur sudah selalu siap tampil dan terjun dalam pertandingan level nasional maupun internasional.
“Sekali lagi saya memberikan acungan jempol atas kreatifitas yang dilakukan PB Percasi dalam mengasah dan meningkatkan prestasi para atletnya, baik yang kini sudah senior maupun junior yang kini ditempa dalam Pelatnas, ” tegas Eka Putra Wirya lagi.
Sang Juara
Sedang dalam kesempatan terpisah
GM Susanto Megaranto, yang menjadi pelatih tim Pelatnas The Dream Team Reborn mengatakan, PERCASI Invitation Match 2026 Senior vs Young Stars Chess Tournament mempertemukan 12 pemain Senior dan 12 pemain Junior secara “head to head” selama 12 babak menghasilkan keunggulan tim Young Stars yang menang di 6 babak, seri di 3 babak, dan kalah di 3 babak.
IM Nayaka Budhidarma (2351) dari tim Young Stars berhasil keluar sebagai juara pertama dengan 10.5 point, satelah bertanding selama 12 babak.
Artinya, ia bermain hampir sempurna, 10 kali menang, sekali draw dan hanya kalah sekali dari pecatur senior FM Hamdani Rudin (2297) di babak 12. “Nayaka belakangan ini semakin matang. Ia bermain lebih sabar, tidak mau cepat menang, sehingga langkah-langkahnya semakin terarah dan fokus ” ujar GM Susanto.
Peringkat kedua diduduki oleh WIM Shafira Devi Hafesa (2237) yang memperoleh point 9,5, dan juara ketiga ditempati FM Fabian Glen Mariano (2438) dengan point yang sama 9.5.
Di tim Senior, peringkat pertama diduduki oleh FM Hamdani Rudin (2297) dengan poin 7, kedua FM Syarif Mahmud (2178) juga dengan point 7, dan peringkat ketiga di point yang sama diduduki oleh IM Muhammad Ivan Situru (2189).
Dengan keberhasilan ini, maka para juara di kategori senior dipastikan akan dikirim mewakili Indonesia dalam kejuaraan dunia senior di Vrnjacka Banja-Serbia (ex Yugoslavia).
Pada kesempatan yang sama WaSekjen PB PERCASI, Nanang Pujalaksana menyampaikan, dari turnamen ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan PB PERCASI sudah di track yang benar. Karena tim Young Stars yang terdiri dari para pemain Pelatnas The Dream Team sudah bisa menggunguli para seniornya.
Turnamen ini juga mencerminkan telah terjadinya proses regenarsi dalam catur Indonesia. Para pecatur muda tidak hanya menimba ilmu dari para pecatur senior tetapi juga mampu mengimbanginya bahkan mengalahkan mereka. Sebaliknya, para senior juga menunjukkan bahwa pengalaman adalah asset yang sangat berharga dan tidak mudah tergantikan.
Dari PERCASI Invitation Match 2026 Senior vs Young Stars Chess Tournament, masa depan catur Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan. Selangkah demi selangkah, para junior mulai menunjukkan kemampuan mereka. (Warso)
