Suara Karya

Kemdiktisaintek dan Kemensos Perkuat Akses Kampus bagi Lulusan Sekolah Rakyat

JAKARTA (Suara Karya): Akses pendidikan tinggi bagi lulusan Sekolah Rakyat kini semakin terbuka lebar. Hal itu ditandai dengan penandatanganan adendum nota kesepahaman antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, dan Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa (2/12/25).

Melalui adendum tersebut, kedua kementerian menegaskan sinergi baru untuk memperkuat pembinaan akademik hingga membuka jalur afirmasi pendidikan tinggi bagi siswa Sekolah Rakyat (program Kemensos yang kini beroperasi di 166 titik dengan lebih dari 15.000 siswa).

Mendiktisaintek Brian Yuliarto menegaskan, perguruan tinggi akan mengambil peran strategis dalam mendampingi siswa. Dengan ekosistem pendidikan tinggi yang melibatkan lebih dari 4.000 kampus, 300 ribu dosen, dan jutaan mahasiswa, Kemdiktisaintek berkomitmen menugaskan satu kampus untuk membina 1-2 Sekolah Rakyat.

“Kampus akan hadir secara berkala untuk memberi pembinaan, motivasi, pengayaan belajar, hingga membantu siswa memahami pilihan program studi sesuai minat dan bakat mereka,” ujar Brian.

Selain pendampingan, Kemdiktisaintek juga membuka jalur afirmasi khusus, termasuk beasiswa KIP Kuliah serta akses informasi akademik yang lebih komprehensif bagi para lulusan.

Mensos Saifullah Yusuf menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menjelaskan, selain peningkatan pembinaan akademik, Kemensos tengah menyiapkan hilirisasi sistem pendidikan di Sekolah Rakyat, khususnya bagi lebih dari 6.000 siswa tingkat SMA.

Hilirisasi pendidikan itu, lanjut Syaifullah Yusuf, mencakup dua pilihan, yaitu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau menyiapkan siswa menjadi tenaga kerja terampil.

Kemensos mencatat, sekitar 37 persen siswa SMA Sekolah Rakyat memiliki minat kuat pada bidang STEM. Identifikasi minat dan bakat dilakukan sejak dini untuk memastikan setiap siswa masuk jalur pendidikan atau karier yang tepat.

Saat ini, kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat masih memanfaatkan gedung milik pemerintah daerah, Kemensos, dan Kemnaker. Pembangunan lebih dari 100 unit sekolah permanen akan segera menyusul.

Melalui adendum nota kesepahaman tersebut, kedua kementerian sepakat menghadirkan akses pendidikan yang lebih adil, berkualitas, dan berkelanjutan untuk seluruh siswa Sekolah Rakyat.

“Dengan pendampingan yang tepat, kita ingin memastikan mereka memilih jurusan yang sesuai dan dapat lulus dengan baik,” tegas Brian.

Sinergi Kemdiktisaintek dan Kemensos ini diharapkan menjadi langkah penting dalam melahirkan generasi muda yang siap melanjutkan pendidikan tinggi dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa. (Tri Wahyuni)

Related posts