JAKARTA (Suara Karya): Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menandatangani perjanjian kerja sama di bidang pendidikan pemberdayaan perempuan dengan Italia. Penandatanganan dilakukan di acara ASEAN Confederation of Women’s Organizations (ACWO), di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Selasa (24/10/2023).
Ketua Umum KOWANI Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan, kerja sama pendidikan juga dilakukan pihaknya dengan Rusia. “Mereka yang terpilih tentunya akan mendapatkan beasiswa dan programnya mulai berjalan pada 2024,” kata Giwo di lokasi acara.
Diungkapkan Giwo. adapun pendidikan yang akan didapatkan para perempuan Indonesia di Italia itu diantaranya adalah keterampilan pembuatan sepatu dan tas dari kulit. Sedangkan dengan pemerintahan Rusia perempuan Indonesia diberikan kesempatan program beasiswa. Mulai 2024 ada secara reguler.
Lebih lanjut Giwo menjelaskan, bahwa kegiatan yang bertema “ASEAN Matters : Epicentrum of Growth” itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan perempuan dan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perempuan di lingkungan ASEAN.
“Kami mengharapkan adanya kolaborasi antara perempuan ASEAN dan juga para perempuan di Indonesia. Maka kami mengundang juga 1000 pimpinan organisasi wanita, baik itu anggota KOWANI maupun organisasi mitra. Sedangkan peserta dari Luar Negri terdapat 80 peserta,” ujarnya.
Sebagai informasi, adapun materi yang akan dibahas dalam ACWO Forum 2023 yaitu:
Sesi 1 :
Tantangan dan Peluang Pemberdayaan Perempuan dan Anak Perempuan ASEAN untuk Mempercepat Pertumbuhan UMKM yang Dipimpin Perempuan.
Sesi ini akan membahas tantangan dan peluang yang dihadapi UMKM yang dipimpin perempuan di ASEAN, serta cara memberdayakan dan mempercepat pertumbuhan UMKM yang dipimpin perempuan melalui praktik dan program terbaik. Hal ini bertujuan untuk melahirkan pemikiran kritis dan pemecahan masalah untuk memajukan UMKM yang dipimpin perempuan.
Sesi 2:
Perempuan, Lingkungan dan Kesehatan di ASEAN.
Para pembicara akan berbicara tentang bagaimana perempuan dapat berpartisipasi dalam mempromosikan lingkungan dan layanan kesehatan yang berkelanjutan di kawasan ASEAN. Hal ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan kritis yang berkaitan dengan peran perempuan dalam melestarikan lingkungan dan menyediakan layanan kesehatan.
Sesi 3:
Empowered: Memajukan Kesetaraan dan Pemberdayaan Perempuan di ASEAN.
Pembahasan ini akan menyoroti pentingnya kesetaraan dalam pendidikan, upah, dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan di kawasan ASEAN. Pertemuan ini bertujuan untuk berdiskusi secara mendalam mengenai isu-isu penting seputar kesetaraan gender di kawasan ASEAN.
Sesi 4:
Pemberdayaan Perempuan untuk Perdamaian Berkelanjutan melalui Women Peace and Security ASEAN.
Diskusi ini akan mengeksplorasi tentang menjaga perdamaian dan kemakmuran di kawasan ASEAN dengan memberdayakan perempuan melalui peningkatan peran perempuan dalam menjaga perdamaian regional, mengatasi masalah keamanan, dan mengembangkan kesejahteraan bagi seluruh warga negara.
Kemudian, menghilangkan kekerasan terhadap perempuan dan kejahatan dunia maya terhadap perempuan. Hal ini bertujuan untuk mempelajari berbagai topik penting dan implementasi terkait agenda Perempuan, Perdamaian dan Keamanan (Women Peace and Security), dengan fokus khusus pada negara-negara ASEAN. (Boy)
