Suara Karya

Mendikbudristek Lepas 15.286 Peserta PMM Angkatan Ketiga

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim melepas mahasiswa peserta Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Angkatan ketiga, pada Kamis (29/7/23).

Mereka akan mengikuti perkuliahan selama satu semester di perguruan tinggi (PT) Penerima di luar klaster pulau perguruan tinggi asal mereka.

“Apresiasi saya berikan kepada mahasiswa Indonesia yang berani keluar dari zona nyaman dan mencari tantangan baru. Semoga adik-adik semua dapat mengambil manfaat di kampus daerah tujuan,” ujarnya.

Mendikbudristek menekankan pentingnya merawat kebhinekaan sebagai pondasi utama membangun peradaban bangsa. “Mahasiswa adalah sosok yang diharapkan mampu menyebarluaskan semangat toleransi, dan penggerak perubahan bagi lingkungan,” katanya.

Karena itu, lanjut Nadiem, Program PMM hadir guna mempersiapkan mahasiswa untuk meningkatkan kebhinekaan di Indonesia.

Lebih dari 11 ribu mahasiswa mengikuti Program PMM angkatan pertama, dan 12 ribu pada angkatan kedua. Di angkatan ketiga, program akan mengirimkan 15.286 mahasiswa untuk belajar di luar kampus asal mereka.

“Sejak diluncurkan tiga tahun lalu, saya melihat antusiasnya mahasiswa menyambut Program PMM. Karena itu, terus pada periode ketiga jumlah mahasiswa yang dikirim lebih banyak dari periode sebelumnya,” ujarnya.

Nadiem meminta mahasiswa untuk mempelajari kultur masyarakat setempat dan hargai setiap perbedaan. Perbanyaklah diskusi dan bertukar pikiran dengan sosok-sosok inspiratif di daerah baru.

“Hal itu akan memperkuat karakter dan kompetensi kalian di berbagai bidang. Teruslah semangat menjadi garda terdepan dalam kemajuan Indonesia dengan bergerak serentak wujudkan Merdeka Belajar,” kata Nadiem.

Salah satu peserta PMM Angkatan 3 asal Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Yos Sudarso Purwokerto, Marsell Stefen Lontaan mengungkapkan antusiasmenya untuk belajar hal-hal baru lewat Program PMM.

“Ini adalah momen yang paling bahagia dalam hidup saya. Saya harap semangat kebersamaan ini menjadi sumbangsih positif dalam menebarkan nilai toleransi di seluruh penjuru tanah air,” kata Marsell.

Eti Sumarli, orang tua Marsell, juga mengungkapkan apresiasinya terhadap program PMM. “Saya bangga melihat Marsell tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang tangguh. Terima kasih kepada semua pihak yang bekerja keras dalam program ini,” kata Eti. (Tri Wahyuni)

Related posts