Pastikan Harga Bahan Pokok, Kemendag Turunkan 260 Personel ke Pasar

0
Sejumlah petugas tengan memantau ketersediaan pasokan dan harga kebutuhan pokok, di salah satu pasar, di Sumatera Utara. (foto ist)

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Perdagangan menurunkan 260 personel melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) di daerah, untuk memantau langsung ke pasar. Hal itu dilakukan, untuk memastikan ketersediaan pasokan dan harga bahan pokok di seluruh Indonesia.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perdagangan, Karyanto Suprih mengatakan bahwa pihaknya akan mencari cara untuk memasok barang, bila ketersediaan pasokan barang di pasar mengalami kekurangan. Sehinga, kata dia, tidak ada alasan harga barang naik.

“Kalau ada pasokan yang kurang, tentu harus mencari cara untuk memasok barang yang kurang, sehingga tidak ada alasan harga barang naik. Dan itu dibuktikan dari tingkat inflasi berturut-turut yang terjaga,” katanya, di Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Menurut dia, Disperindag mempunyai kewajiban untuk memberikan laporan dan terjun langsung, sehingga apabila terjadi surplus bahan pokok, maka bisa dialokasikan untuk daerah lain yang kekurangan.

Dalam hal ini, lanjut Karyanto, Kemendag ingin memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok di seluruh daerah, dapat terjaga sehingga tidak terjadi kenaikan harga. “Kalau bahan pokok tersedia, kan harga tidak mungkin naik,” ujarnya.

Karenanya, dia menghimbau agar penjual bahan pokok tidak berbuat curang. Misalnya dengan menimbun bahan pokok, karena Kemendag akan menindak tegas.

“Kalau terjadi kenaikan harga barang di suatu tempat, dan ternyata ada penimbunan, itu akan di-black list. Kami bekerja sama dengan Satgas Pangan. Penjual atau pengusahanya juga akan kita black list,” ujar Karyanto menambahkan.

Kemendag, akata dia, juga tengah mengembangkan sebuah teknologi agar setiap daerah mampu melaporkan ketersediaan bahan pokoknya di pasar secara cepat. “Ini sedang kami kaji, nanti kami sampaikan,” katanya. (Gan)