Suara Karya

Proses Rujukan Kini Lebih Sat-Set, Retno Acungkan Jempol kepada Program JKN!

JAKARTA (Suara Karya): Proses rujukan ke rumah sakit yang kini dibuat lebih ‘sat-set’ dan tak berbelit-belit, membuat Retno (44) tak segan memberi acungan jempol terhadap Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Kepuasan atas Program JKN tak hanya dirasakan oleh saya dan keluarga, tapi juga kerabat dan tetangga. Mereka bilang Program JKN sekarang mantab,” kata warga Jakarta Barat itu mengungkapkan kekagumannya atas Program JKN, belum lama ini.

Retno menambahkan, pihaknya kini sangat mengandalkan JKN untuk urusan kesehatannya. Di rumah sakit, ia juga tidak mengalami diskriminasi dari petugas kesehatan. “Sebagai pasien JKN, saya mendapat perlakuan yang sama dengan pasien umum,” ungkapnya.

Semua pasien, menurut pengalaman Retno, mendapat penanganan yang sama, tentu saja dengan urgensi yang telah ditentukan oleh petugas kesehatan maupun dokter.

“Yang membuat saya senang, proses rujukannya sangat mudah. Anak saya saat dirujuk ke rumah sakit, mendapat ruang tunggu yang nyaman. Proses perawatan pun sama baiknya,” ujarnya.

Selama perawatan, lanjut Retno, karyawan swasta itu tidak mengeluarkan biaya. Seluruh biaya ditanggung sepenuhnya oleh Program JKN.

“Saya tidak bisa bayangkan, berapa harus keluar dana untuk perawatan. Tahu sendiri kan, biaya kesehatan itu mahal. Sudah pusing anak sakit, ditambah pusing oleh biayanya,” kata Retno sambil tersenyum.

Ia menuturkan biaya pengobatan yang ditanggung oleh Program JKN, mulai dari pemeriksaan awal, obat-obatan, hingga dirujuk ke rumah sakit. Semua biaya ditanggung penuh oleh Program JKN.

Selain terbebas dari beban finansial, menurut Retno, Program JKN juga membantu para peserta mendapat akses ke layanan kesehatan yang berkualitas.

Retno kembali memuji Program JKN, karena tidak hanya memberi perlindungan kesehatan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan mereka sehari-hari.

Pengalaman positif yang dialami Retno diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak orang di Indonesia untuk aktif dalam program jaminan sosial yang berkelanjutan ini. Caranya, dengan membayar iuran bulanan secara rutin. (Tri Wahyuni)

Related posts