Suara Karya

Resmi Ditutup, Konsolnas 2026 Targetkan Percepatan Sejumlah Program Prioritas Pendidikan

DEPOK (Suara Karya): Konsolidasi Nasional (Konsolnas) 2026 yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi ditutup, dengan penegasan komitmen baru penguatan kebijakan pendidikan nasional.

Forum strategis yang mempertemukan pemangku kepentingan pusat dan daerah itu menghasilkan rekomendasi komprehensif dari 9 komisi untuk mendorong transformasi pendidikan yang lebih merata dan berkelanjutan.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat dalam sambutan penutupnya menegaskan, hasil Konsolnas 2026 bukan sekadar dokumen forum, melainkan peta jalan untuk penguatan kebijakan pendidikan nasional ke depan.

“Forum konsolidasi ini tak sekadar agenda tahunan, melainkan ruang evaluasi dan perumusan langkah konkret untuk memperbaiki tata kelola dan mutu pendidikan,” kata Atip dalam acara yang berlangsung di Gedung Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemdikdasmen, Sawangan, Depok, Rabu (11/2/26).

Atip juga mendorong agar hasil pembahasan dan praktik baik yang telah dirumuskan tidak berhenti pada forum tersebut, melainkan diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan di daerah.

“Dengan demikian, peran dan kesepakatan yang telah disusun dapat diimplementasikan secara terarah, terukur, dan berkelanjutan. Termasuk pelibatan organisasi perangkat daerah (OPD) lain yang memiliki peran dalam pembangunan sumber daya manusia,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti. Ia memuji antusiasme peserta sebagai wujud komitmen bersama dalam membangun sinergi pusat dan daerah.

Sidang komisi telah membahas secara komprehensif kondisi terkini, tantangan, serta rencana tindak lanjut di berbagai bidang pendidikan dasar dan menengah.

“Rekomendasi yang dihasilkan tak sekadar gagasan yang belum teruji, tetapi praktik-praktik baik yang sudah berjalan di berbagai daerah. Selain juga dirumuskan rekomendasi pembagian peran antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya,” tuturnya.

Suharti berharap seluruh peserta dapat mengetahui dan memanfaatkan hasil rekomendasi lintas komisi, sehingga penguatan kebijakan dan praktik pendidikan di daerah dapat berjalan lebih selaras.

“Kami berharap hasil konsolidasi ini menjadi landasan bersama dalam penguatan kebijakan dan praktik pendidikan di daerah, serta mendorong keberlanjutan kerja sama pusat dan daerah dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo,” katanya.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari (9-11 Februari) itu juga menjadi momentum menyatukan langkah seluruh unsur pendidikan untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia unggul.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar kebijakan pendidikan tidak berhenti di tingkat perencanaan, tetapi benar-benar dirasakan di satuan pendidikan,” kata Suharti menandaskan.

Secara nasional, pemerintah menargetkan percepatan sejumlah program prioritas pendidikan, termasuk revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru sebagai fondasi pembangunan SDM jangka panjang.

Hasil pembahasan 9 komisi dalam Konsolnas 2026 membahas berbagai isu krusial pendidikan nasional, mulai dari akses pendidikan hingga transformasi pembelajaran berbasis teknologi.

Penguatan wajib belajar 13 tahun menjadi salah satu fokus utama, termasuk penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) berbasis data akurat dan perluasan pendidikan inklusif bagi anak disabilitas.

Di sisi lain, pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan juga ditekankan agar didukung perencanaan data yang kuat dan pengawasan yang lebih ketat.

Transformasi digital juga menjadi perhatian besar. Rekomendasi menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur, keamanan perangkat, serta peningkatan kompetensi guru agar pemanfaatan teknologi pembelajaran dapat berjalan optimal dan merata.

Aspek tata kelola pendidikan ikut mendapat sorotan, termasuk pemenuhan dan distribusi guru, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, serta penguatan peran tenaga kependidikan di sekolah.

Selain aspek teknis dan tata kelola, Konsolnas 2026 juga menempatkan pembangunan karakter dan penguatan talenta murid sebagai prioritas.

Program pembiasaan karakter, pengelolaan talenta berbasis minat dan bakat, hingga penguatan budaya sekolah aman dan nyaman menjadi bagian penting rekomendasi.

Isu pembelajaran masa depan juga masuk dalam pembahasan, termasuk penguatan literasi numerasi, pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial (AI), hingga penguatan layanan bimbingan konseling untuk mendukung kesehatan mental peserta didik.

Konsolnas 2026 menegaskan pentingnya kolaborasi semesta dalam pembangunan pendidikan. Pemerintah menilai keberhasilan pendidikan nasional hanya dapat dicapai, jika kebijakan pusat selaras dengan implementasi di daerah dan didukung partisipasi masyarakat luas. (Tri Wahyuni)

Related posts