Suara Karya

RS Siloam Bonjer Bentuk Komunitas Khusus Pasien Jantung

JAKARTA (Suara Karya): Rumah sakit (RS) Siloam Kebon Jeruk (Bonjer) membentuk komunitas khusus pasien penyakit jantung. Lewat Komunitas tersebut diharapkan tercipta daya dukung bagi pasien yang telah menjalani operasi jantung agar termotivasi untuk selalu hidup sehat dan berkualitas.

“Jika sering-sering bertemu dengan sesama pasien, muncul perasaan saling menguatkan. Perasaan senang akan membantu pasien menjalani hidup sehat dan berkualitas,” kata Chairman Siloam Hearts Institute (SHI), Maizul Anwar dalam acara patient gathering di RS Siloam Bonjer Jakarta, Selasa (25/9).

Hadir dalam kesempatan itu para dokter yang tergabung dalam SHI yaitu ahli jantung Antono Sutandar dan Ganesja Harimurti, ahli gizi Marya Warascesaria Haryono dan dokter kegawatdaruratan Pandu Ranggabirawa.

Kegiatan lain dalam acara itu, seminar tentang jantung sehat, demo memasak, tata cara diet untuk jantung sehat dan zumba dance. Kegiatan itu diharapkan mengedukasi pasien untuk berubah menjadi lebih sehat dan berkualitas. Terutama kebiasaan berolahraga secara rutin.

“Umumnya orang mau mengubah pola makan, tetapi sulit sekali diajak untuk olahraga secara rutin. Alasannya, kegiatan itu melelahkan. Padahal olahraga secara teratur 30 menit 5 kali seminggu itu menyehatkan,” ucapnya.

Dokter spesialis bedah toraks kardiovaskular, RS Siloam Bonjer itu menjelaskan, kematian akibat jantung kian meningkat dalam beberapa dekade terakhir di negara-negara berkembang. Bahkan, penyakit jantung dan pembuluh darah menjadi pembunuh nomor 1 baik di Indonesia maupun dunia.

“Tercatat ada sekitar 17,5 juta orang setiap tahunnya di Indonesia meninggal karena penyakit jantung koroner dan stroke. Itulah salah satu alasan RS Siloam Bonjer membentuk SHI pada 2013 untuk membantu pemerintah dalam mengurangi angka kematian karena jantung,” ujarnya.

Ditambahkan, SHI secara rutin menggelar pelatihan bagi dokter, perawat dan tenaga medis di seluruh Indonesia tentang penanganan pasien jantung. SHI makin ahli dalam teknik operasi jantung minimal invasif. Jumlah pasien yang menjalani metode baru tersebut mencapai lebih 1.400 orang.

“Setiap kasus bedah dibahas dalam konferensi dokter SHI. Kondisi pasien akan dianalisa dari berbagai sub spesialisasi, sehingga pasien akan menerima perawatan yang maksimal pada setiap tahapan bedah dan tujuan bedah dapat tercapai dengan baik,” kata Maizul menandaskan.

Sementara itu, dr Antono Sutandar membahas soal hasil penelitian yang menyebutkan penduduk peminum wine (anggur) lebih sedikit terkena penyakit jantung. “Penelitian ini jangan ditanggapi secara saklek. Karena tak disebutkan dampak kesehatan lain dan berapa gelas wine yang dikonsumsi penduduk tersebut,” ujarnya.

Kendati demikian, Antono menambahkan, penelitian lain menyebutkan wine untuk sebaiknya dikonsumsi maksimal 2 gelas per hari per orang. Dan seburuk-buruknya minuman beralkohol adalah beer. Karena minuman itu mengandung karbohidrat tersembunyi yang dapat menimbulkan lonjakan gula dalam darah.

“Beer itu meski terasa pahit, tapi memiliki kadar gula yang tinggi. Tak baik untuk kesehatan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Antono membahas pentingnya aktivitas fisik dan olahraga untuk menjaga kesehatan jantung. Jika seseorang tak mampu berjalan 3 km nonstop, ia menderita lemah fisik.

“Lemah fisik ini berbahaya, karena jika tiba ia melakukan olahraga berat, bisa terkena serangan jantung. Seperti banyak kasus, seorang yang tidak punya riwayat jantung tiba-tiba meninggal dunia,” kata Antono menandaskan. (Tri Wahyuni)

Related posts