JAKARTA (Suara Karya): Alzheimer Indonesia (ALZI) akan menggelar konser amal bertajuk ‘Journey of Caring #1DekadeBersamaALZI’ pada 23 September mendatang di Jakarta.
Konser yang didukung musisi Andi Rianto itu akan menampilkan penyanyi lintas generasi, kalangan pemerintah, swasta dan stakeholders ALZI lain.
“Konser ini kami persembahkan untuk para Orang dengan Demensia (ODD) dan Caregivers, serta keluarga lintas generasi,” kata Ketua Alzheimer Indonesia Michael Maitimoe, disela acara Perayaan 10 Tahun Alzheimer Indonesia di kampus Unika Atma Jaya, Jakarta, Sabtu (5/8/23).
Hadir dalam kesempatan itu, Guru Besar Unika Atma Jaya yang juga Pembina ALZI, Prof Dr dr Yuda Turana, SpS(K) secara virtual, pendiri ALZI, DY Suharya, dan survivor Alzheimer, William Guntoro.
Michael berharap konser tersebut dapat menjadikan momentum bagi caregivers bahwa kerja keras dalam merawat ODD mendapat apresiasi dari ALZI. “Mari saling menyemangati dalam merawat orang terkasih dalam keluarga,” katanya.
Ditambahkan, konser itu juga bagian dari rangkaian kegiatan ALZI untuk memperingati Bulan Alzheimer se-Dunia. Tema peringatan tahun ini adalah ‘Risk Reduction in Dementia.
“Selaras dengan tema peringatan Bulan Alzheimer tahun ini, kegiatan ALZI menempatkan kolaborasi generasi muda dan lanjut usia. Salah satunya, pemutaran film berjudul ‘Ada Buat Ayah’ tentang perjalanan caregivers dan keluarga dalam mendampingi dan merawat Orang Dengan Demensia,” tutur Michael.
Selain itu, ALZI juga memberi pin secara simbolis kepada para caregivers sebagai apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja keras yang mereka lakukan.
“Kami punya sesi ‘Caregivers Meeting’ dimana antar caregivers bisa saling curhat. Ini penting, karena mereka jadi tidak merasa sendirian. Lewat sesi curhat, para caregivers bisa menghilangkan stress dan gundah gulananya,” kata Michael.
Guru Besar Unika Atma Jaya, yang juga Pembina ALZI, Prof Dr dr Yuda Turana, SpS(K) dalam kesempatan itu mengajak kaum muda untuk meningkatkan kesadaran tentang alzheimer. Karena penyakit tersebut mulai menyerang usia muda.
“Anak muda sejak usia 20 tahun perlu memulai kebiasaan hidup sehat yang melindungi otak dari bahaya demensia di usia lanjut. Karena penyakit itu mulai diderita usia muda,” katanya.
Sementara itu, pendiri Alzi, DY Suharya mengatakan, peringatan ‘Satu dasawarsa ALZI’ memberi kesempatan bagi organisasi untuk mencapai tahap berikutnya dalam spirit melayani dan memberi kualitas hidup yang terbaik bagi Orang Dengan Demensia dan caregiversnya di Indonesia.
Upaya yang dilakukan ALZI berupa edukasi, training, support group, pelayanan konseling Navigasi Perawatan ALZI (NARAZI), home visit, program online-offline, materi video di kanal Youtube, sosial media, menguatkan kemitraan dan mendorong berbagai kebijakan di tingkat nasional.
“Lewat berbagai kegiatan itu, kami ingin memastikan dala 10 tahun kedepan para caregivers dan Orang Dengan Demensia juga lansia akan sehat rohani jasmani dengan semangat tinggi untuk berkarya,” katanya.
Kegiatan ALZI kedepan adalah menguatkan ‘Pasukan Ungu’ level berikutnya atau disebut Care Navigators yang memiliki kemampuan kepemimpinan dan komunikasi membantu keluarga dalam menavigasi perjalanan perawatan dan pendampingannya.
“Keberadaan care navigators ALZI berpotensi menurunkan beban ekonomi yang muncul ketika kita menjadi caregivers. Sebagai gambaran, jika ada 1,2 juta ODD di Indonesia, idealnya akan ada 100.000 care navigators yang dapat membantu mereka,” ucap DY. (Tri Wahyuni)
