Suara Karya

Siswa Kharisma Bangsa Raih Peringkat ‘Top In The World’ dalam Ujian yang Digelar Cambridge

TANGSEL (Suara Karya): Siswa kelas 11, SMA Kharisma Bangsa, Gavin Shafi Anggakara telah mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.

Ia berhasil meraih penghargaan ‘Cambridge Outstanding Learner Awards’ dengan predikat ‘Top in the World’ untuk kualifikasi Cambridge IGCSE English as a Second Language pada seri ujian Mei-Juni 2026.

Penghargaan bergengsi tersebut akan diserahkan secara resmi oleh Cambridge pada April 2026 mendatang, di Jakarta.

Capaian tersebut menempatkan Gavin sebagai siswa dengan nilai tertinggi di dunia untuk mata pelajaran bahasa Inggris. Dengan kualifikasi itu, ia juga mengungguli ribuan peserta ujian Cambridge dari berbagai negara.

“Prestasi ini tak hanya membanggakan siswa dan orangtua, tetapi juga sekolah Kharisma Bangsa serta dunia pendidikan Indonesia,” kata Kepala Sekolah SMA Kharisma Bangsa, Muhammad Budiawan di sekolah yang berlokasi di daerah Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Sabtu (31/1/26).

Hadir dalam kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SMP Kharisma Bangsa, Ridho Anwar Tumbuan.

Muhammad Budiawan yang akrab disapa Awan tersebut menjelaskan, prestasi yang diraih Gavin merupakan hasil dari proses pendidikan yang konsisten dan terarah yang diterapkan Kharisma Bangsa.

Sekolah tersebut menerapkan ‘hybrid curriculum’, yaitu perpaduan antara kurikulum internasional Cambridge, kurikulum nasional Indonesia, dan kurikulum hasil pengembangan sekolah.

Sejak 2017, sekolah Kharisma Bangsa telah resmi menjadi Cambridge International School dan memiliki kewenangan menyelenggarakan berbagai ujian internasional, mulai dari Checkpoint hingga IGCSE dan A Level.

“Visi kami adalah membentuk siswa sebagai ‘lifelong learner’ yang berkontribusi secara global. Prestasi ‘Top in the World’ menjadi bukti, dengan pembinaan yang tepat, siswa Indonesia mampu bersaing di level internasional,” ujarnya.

Selain unggul di bidang akademik, Kharisma Bangsa juga menekankan penguatan karakter melalui nilai inti sekolah yang dirangkum dalam EDGE RISE: Honesty, Respect, Independence, Collaboration, dan Excellence.

“Program guidance dan career planner dilakukan untul mendampingi siswa dalam mengenali potensi, minat, dan arah masa depan mereka sejak dini,” ujar Awan.

Prestasi internasional itu melengkapi deretan capaian siswa Kharisma Bangsa di bidang lain. Pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan kompetisi sains internasional, siswa-siswi Kharisma Bangsa berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu di berbagai bidang seperti astronomi, matematika, biologi, dan informatika.

Di bidang riset, siswa juga aktif mengikuti science project hingga tingkat internasional, termasuk kompetisi yang direkomendasikan universitas ternama dunia.

Dengan dukungan guru yang terus mengembangkan kompetensi melalui professional development, fasilitas pembelajaran berbasis teknologi, serta kolaborasi erat dengan orang tua, Kharisma Bangsa menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda Indonesia yang unggul secara akademik, berkarakter kuat, dan siap bersaing di kancah global.

“Prestasi Top of The World dari Cambridge ini menjadi tonggak penting sekaligus inspirasi bagi siswa Indonesia lainnya untuk berani bermimpi dan berprestasi di tingkat dunia,” ujarnya.

Tak hanya berprestasi di bidang akademik, Gavin juga menorehkan prestasi di bidang riset dan inovasi. Pada ajang Indonesia Science Project Olympiad (ISPO) 2026, Gavin bersama Torkis Hanafi Harahap meraih medali perunggu melalui penelitian bertajuk Eco Gel, inovasi ramah lingkungan yang memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan dasar media tanam.

Penelitian tersebut dibuat untuk menjawab kegelisahan yang sering mereka temui dalam kehidupan sehari-hari, yakni limbah minyak jelantah yang kerap dibuang begitu saja dan berpotensi mencemari lingkungan.

Melalui serangkaian eksperimen, minyak jelantah diolah dengan mencampurkan gelatin, pati singkong, dan nutrisi tanaman lain hingga membentuk struktur gel yang stabil.

Gel itulah yang kemudian digunakan sebagai media tanam alternatif. Keunggulan Eco Gel terletak pada kemampuannya menahan air dan unsur hara lebih lama, sehingga tanaman tidak cepat mengalami kekeringan dan kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi secara bertahap.

Eco Gel diuji pada beberapa jenis tanaman dan dibandingkan dengan media tanam konvensional. Hasilnya, tanaman dengan Eco Gel menunjukkan pertumbuhan lebih optimal, ditandai dengan kadar klorofil yang lebih tinggi.

Temuan ini mengindikasikan bahwa produktivitas fotosintesis tanaman meningkat, sekaligus membuka peluang penerapan Eco Gel sebagai solusi pertanian berkelanjutan, khususnya di daerah dengan keterbatasan air.

Yang menarik, sebagian besar bahan penelitian Eco Gel berasal dari bahan daur ulang dan mudah ditemukan, menjadikan inovasi ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga ekonomis dan aplikatif bagi masyarakat luas.

Bagi Gavin, Eco Gel bukan sekadar proyek lomba, melainkan wujud kepeduliannya terhadap lingkungan dan masa depan pangan berkelanjutan.

Inovasi ini juga menjadi bagian dari portofolio akademiknya, sejalan dengan visi Sekolah Kharisma Bangsa yang mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan solutif terhadap persoalan nyata di masyarakat. (Tri Wahyuni)

Related posts