Suara Karya

Gelar TSG, Tanoto Foundation Siap Bantu Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045

JAKARTA (Suara Karya): Tanoto Foundation kembali menggelar Tanoto Scholar Gathering (TSG) untuk mendukung terciptanya pemimpin-pemimpin Indonesia di masa depan.

“Visi Indonesia Emas 2045 tidak akan diraih, jika kita tidak bahu membahu mewujudkannya. Kami bantu lewat TSG,” kata CEO Tanoto Foundation, Benny Lee saat membuka TSG 2024 di Pangkalan Kerinci, Riau, Minggu (28/7/24).

TSG dibuat setiap tahun, karena sebagai negara berkembang, Indonesia dihadapkan berbagai tantangan untuk menjadi negara maju, seperti kualitas pendidikan, isu lingkungan hidup, dan ketimpangan ekonomi.

Hal itu terlihat dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilansir pada 2023, yaitu ada 9,9 juta penduduk usia muda (15-24 tahun) yang tidak bekerja, tidak pergi ke sekolah, maupun tidak sedang mengikuti kursus.

Anak muda itu disebut youth not in education, employment and training (NEET). Persentase NEET di Indonesia mencapai 22,25 persen dari total penduduk usia 15-24 tahun secara nasional

Keberadaan NEET disayangkan, karena sebagai generasi muda seharusnya mereka menjadi penggerak masa depan bangsa. Untuk itu, penting dilakukan identifikasi, pelatihan yang mendukung keberadaan pemimpin masa depan itu sejak dini.

Tanoto Foundation, organisasi filantropi independen bidang pendidikan yang didirikan Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto pada 1981 mendukung terciptanya pemimpin masa depan Indonesia yang andal dan berkontribusi secara berkelanjutan.

Melalui Program TELADAN, Tanoto Foundation memberi beasiswa kuliah S1 dan pelatihan kepemimpinan yang terukur kepada ratusan mahasiswa dari 10 universitas mitra.

Salah satu bagian dari perjalanan pembelajaran para penerima beasiswa TELADAN (Tanoto Scholars) adalah Tanoto Scholars Gathering (TSG) yang diadakan setiap tahun.

CEO Tanoto Foundation, Benny Lee menjelaskan, pendiri Tanoto Foundation, yaitu Sukanto Tanoto memiliki visi 5C yang diterapkan di semua grup bisnisnya, yaitu good for community, climate, country, customer, dan company.

“Visi 5C menunjukkan kita harus bisa memberi dampak dahulu kepada 4C pertama, baru berpikir mengenai organisasi/diri kita sendiri,” tuturnya.

Dalam pelaksanaan TSG 2024, mahasiswa diajak melihat secara langsung pabrik-pabrik milik RGE yang menerapkan perbaikan terus menerus atau continuous improvement.

“Ini sangat penting bagi Tanoto Scholars atau penerima beasiswa Tanoto, untuk selalu mencari peluang guna memperbaiki dan mengembangkan diri,” ucap Benny.

Dengan mengenal peserta satu sama lain dengan baik, lanjut Benny, diharapkan terbentuk jaringan karir di masa depan. Mereka akan saling dukung satu sama lain dan tumbuh bersama menjadi pemimpin.

Chief Operating Officer (COO) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Eduward Ginting, yang ikut membuka TSG 2024, mengatakan, PT RAPP menjadi pionir dalam business sustainability yang diimplementasikan pada ‘April 2030’.

“Kami yakin jika kami sustain, maka kami akan kompetitif juga. Begitu pun dengan peserta TSG. Mereka dipersiapkan menjadi pemimpin yang berkomitmen kepada keberlanjutan,” tuturnya.

Dengan pola pikir keberlanjutan, diharapkan, peserta bisa menjadi pemimpin yang fokus pada nilai jangka panjang yang melampaui keuntungan finansial saja, tetapi juga berdampak pada masyarakat, lingkungan, dan negara.

Menteri Keuangan Periode 2014-2016, yang juga Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Periode 2016-2019, Prof Bambang Brodjonegoro dalam sesi ‘Inspirational Talk’ mengatakan, jika Indonesia mau menjadi negara maju, kuncinya pada pengembangan manusianya.

“Apa yang dilakukan Tanoto Foundation lewat TSG 2024 dan program beasiswa kepemimpinannya sudah ‘in line’ dengan cita-cita ini,” ucap Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Periode 2019-2021.

Ketika ingin menjadi negara maju, Indonesia akan melewati suatu periode di mana yang menonjol di dunia adalah sustainability dan digital transformation.

“Dengan memasukkan isu sustainability sebagai tema, kita sudah disadarkan bahwa ini akan menjadi tren masa depan. Dan mencapai upaya itu dengan teknologi digital,” ujar Bambang.

Sebagai generasi digital, generasi muda Indonesia sekarang ink bisa mengimplementasikan transformasi digital untuk mendukung sektor-sektor krusial seperti ekonomi, politik, lingkungan dan kesehatan.

“Namun, harus ada keberpihakan kepada kaum yang membutuhkan seperti nelayan, petani, dan lainnya. Peran anak muda sangat krusial. Kalian harus menjadi critical thinkers, change makers, innovators, communicators, dan leaders,” kata Bambang.

TSG 2024 juga diisi sejumlah pembicara seperti Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, Menteri Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono, dan para alumni program beasiswa Tanoto Foundation.

Salah satunya adalah Prof Cahyadi, guru besar termuda Universitas Sebelas Maret, Solo, yang berbicara tentang perjalanan pendidikannya dan bagaimana berkontribusi di sektor pendidikan.

Selain itu, ada SDG Mover UNDP Indonesia yang juga seorang public figure, Chelsea Islan. Ia menyampaikan materi bagaimana membangun aksi yang berdampak dan berkelanjutan, serta komunikasi yang dapat mempengaruhi banyak pihak untuk melakukan hal positif.

TSG 2024 diikuti 195 Tanoto Scholars dari universitas mitra Tanoto Foundation, antara lain IPB University, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Riau, serta Tanoto Scholars dari Singapura. (Tri Wahyuni)

Related posts