Kader Kosgoro 1957 Bantu Korban Gempa dan Tsunami

0
Bantuan mie instan dan air minum kemasan dari PPK Kosgoro 1957 yang akan diberikan kepada korban gempa di Sigi, Palu, dan Donggala pada Sabtu (6/10/2018). suarakarya.co.id/Bayu Legianto

JAKARTA (Suara Karya): Jajaran pengurus dan anggota Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957, berkumpul memberikan bantuan berupa mie instan dan minuman kemasan untuk korban gempa dan tsunami di Donggala, Palu dan Sigi, Sulawesi Tengah.

“Karena dari informasi yang kami dapatkan dari kader Kosgoro 1957 di sana, bantuan makanan dan minuman-lah sangat dibutuhkan para korban gempa saat ini,” kata Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 HR Agung Laksono di Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Diungkapkan Agung, sehubungan dengan bencana alam yang sangat dahsyat ini kita mengerahkan seluruh kader untuk memberikan sumbangsihnya untuk membantu para korban.

Untuk sementara, saat ini baru terkumpul sebanyak sekitar 500 boks mie instans dan 250 boks air mineral.

“Bantun ini akan dikirim menggunakan fasilitas TNI Angkatan Udara (AU) melalui pesawat Hercules, kita kirim hari Sabtu (6/10/2018). Ini (bantuan) akan dijemput oleh  ketua Kosgoro 1957 Sulawesi Tengah Irwan Patappa karena situasinya masih agak kurang tertib,” kata Agung.

Dia mengatakan, melalui komunikasi yang dibangun antara Irwan yang juga sebagai Bupati Sigi dengan pengurus PPK Kosgoro 1957 diketahui musibah yang terjadi di wilayah itu sangat luar biasa.

“Saya dapat komunikasi dengan Ketua Kosgoro 1957 Sulteng Irwan Patappa yang juga bupati Sigi. Di kampungnya banyak rumah yang hilang, atau berpindah tempat, tidak tanggung-tanggung ada yang satu sampai dua kilometer, dibawa oleh lumpur yang mendorong ke atas sehingga tercabut dari tempatnya sampai ada yang langsung tenggelam bersama orang-orangnya,” ujarnya.

Ditanya mengenai pengiriman relawan Kosgoro 1957 ke Sulteng, Agung mengatakan memang akan melakukan hal itu. Tetapi semua akan terlebih dahulu dimatangkan, dan dikoordinasikan dengan para kader baik pusat maupun daerah.

“Relawan yang saatini diperlukan adalah perawat dan tenaga medis. Karena jumlahnya masih sangat minim untuk menangani para korban meninggal dan luka-luka. Itu yang akan kami lakukan,” ujarnya. (Indra DH)