Suara Karya

Kemenkes Kick-Off Imunisasi MR bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi memulai pencanangan (kick-off) pemberian imunisasi Measles-Rubella (MR) bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan serta dokter internship.

Langkah itu dilakukan untuk melindungi tenaga kesehatan sebagai kelompok berisiko tinggi terhadap penularan, sekaligus memutus rantai penyebaran virus di fasilitas pelayanan kesehatan.

Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr Andi Saguni menuturkan, imunisasi itu menyasar 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi, serta 28.321 dokter umum dan dokter gigi internship di seluruh Indonesia.

“Kementerian Kesehatan selalu berupaya melindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan, karena merupakan kelompok yang sangat berisiko terhadap penularan campak,” kata Andi dalam jumpa pers luring terkait update kasus campak di Jakarta, Jumat (10/4/26).

Ditambahkan, imunisasi MR ini diharapkan dapat melindungi tenaga kesehatan sekaligus membantu penanggulangan kasus campak di Indonesia.

Data surveilans Kemenkes menunjukkan, tren kasus penyakit campak nasional menunjukkan penurunan signifikan. Pada minggu ke-1 tahun 2026, tercatat puncak sebanyak 2.220 kasus, kemudian menurun menjadi 195 kasus pada minggu ke-13.

Meski tren menurun, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama di 14 provinsi dengan kasus tertinggi, termasuk Aceh, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Nusa Tenggara Barat.

Selain itu, capaian Outbreak Response Immunization (ORI) di 10 kabupaten/kota terdampak terus dikejar. Per 9 April 2026, Kota Depok telah mencapai 100%, diikuti Kabupaten Bima (80,8%) dan Kota Palembang (60,9%).

Pemberian imunisasi MR bagi tenaga kesehatan resmi dimulai pada 10 April 2026 di masing-masing rumah sakit tempat mereka bekerja, dengan dosis 0,5 ml yang diberikan secara subkutan.

Ketentuan pemberian vaksin didasarkan pada riwayat imunisasi sebelumnya, yakni tenaga kesehatan dengan riwayat dua dosis tidak perlu divaksin kembali; yang baru menerima satu dosis akan mendapat satu dosis tambahan.

“Tenaga kesehatan yang belum memiliki riwayat imunisasi diwajibkan menerima dua dosis dengan interval minimal 28 hari,” ujarnya.

Kegiatan kick-off dilaksanakan serentak di 6 rumah sakit perwakilan, yaitu RSUP H Adam Malik (Medan), RSUP Dr Mohammad Hoesin (Palembang), RS Pusat Otak Nasional (Jakarta), RSPI Prof Dr Sulianti Saroso (Jakarta), RSUD Kota Bandung, dan RS Kemenkes Makassar CPI.

Direktur Utama RSUP H.Adam Malik, dr Zainal Safri menyambut baik program ini. Harapannya, kejadian campak pada orang dewasa, khususnya tenaga kesehatan, dapat dicegah karena riwayat imunisasi sebelumnya belum tentu memberikan perlindungan optimal.

RSUP Adam Malik menargetkan 160 tenaga kesehatan menerima vaksin pada hari ini.

Sementara itu, RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang menyatakan kesiapan melayani 100 tenaga kesehatan agar para tenaga medis dapat memberikan pelayanan optimal tanpa rasa khawatir.

Di tempat lain, RSPI Prof Dr Sulianti Saroso mencatat lonjakan kasus campak yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. “Tahun ini, hingga April saja sudah hampir 70 pasien,” kata dr Nur Aliza.

Pihaknya berkomitmen mendistribusikan vaksin secara bertahap kepada seluruh karyawan.

Adapun dr Rizky, seorang dokter internship di RSUD Kota Bandung, menilai vaksinasi ini penting sebagai perlindungan ganda bagi tenaga kesehatan, pasien, maupun lingkungan kerja. (Tri Wahyuni)

Related posts