Suara Karya

Perdana, Kemdiktisaintek Luncurkan PPDB Sekolah Garuda Tahun Ajaran 2026/2027

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan secara resmi Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Garuda Tahun Ajaran 2026/2027.

Peluncuran perdana oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto itu digelar secara daring, Kamis (29/1/26).

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama dari seluruh Indonesia.

Mendiktisaintek menegaskan, peluncuran PPDB Sekolah Garuda merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai fondasi kemajuan bangsa.

“Sumber daya manusia unggul adalah kunci keberhasilan pembangunan bangsa. Peluncuran seleksi PPDB Sekolah Garuda ini merupakan fondasi awal untuk menyiapkan generasi pemimpin masa depan Indonesia,” kata Menteri Brian.

Mendiktisaintek juga menjelaskan, Sekolah Garuda dirancang sebagai ekosistem pendidikan khusus dengan kurikulum bertaraf internasional, fasilitas pembelajaran yang memadai, serta guru dan tenaga kependidikan terbaik.

“Sekolah ini fokus untuk talenta unggul di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), sekaligus membentuk karakter, daya pikir kritis, dan wawasan global peserta didik,” tuturnya.

Seluruh biaya siswa Sekolah Garuda ditanggung sepenuhnya oleh negara. Akses terhadap pendidikan unggul tidak ditentukan oleh latar belakang ekonomi, tetapi oleh potensi, prestasi, dan kerja keras.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek) Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani melaporkan, PPDB Sekolah Garuda Tahun Ajaran 2026/2027 merupakan rekrutmen angkatan pertama peserta didik untuk 4 Sekolah Garuda baru.

Empat Sekolah Garuda baru tersebut berlokasi di Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Tenggara. Jumlah siswa total mencapai 640 orang.

Dirjen Najib menambahkan, Sekolah Garuda akan dilengkapi dengan sarana dan prasarana pembelajaran berstandar internasional, tetapi tetap menjunjung tinggi kearifan lokal dan wawasan kebangsaan.

“Lewat seleksi ini, kami berharap dapat menjaring talenta terbaik bangsa untuk berkontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia dan mampu bersaing di tingkat global, khususnya di bidang sains dan teknologi,” katanya

Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT) Kemdiktisaintek, Ardi Findyartini menjelaskan, Sekolah Garuda merupakan satuan pendidikan menengah formal di bawah Kemdiktisaintek, untuk mempersiapkan lulusan dengan kompetensi unggul dan berdaya saing global di bidang sains dan teknologi.

“Arah kebijakan penerimaan peserta didik baru di Sekolah Garuda adalah seleksi yang adil, terbuka, transparan, akuntabel, dan nondiskriminatif. Kami juga tetap memperhatikan potensi akademik, nonakademik, serta latar belakang sosial-budaya calon peserta didik,” ujarnya.

Tahapan seleksi PPDB meliputi pendaftaran dan unggahan dokumen administrasi (Februari 2026); dan tes potensi akademik dan akademik (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika) pada pekan ketiga Maret 2026

Selain itu, wawancara dengan peserta didik akan digelar pada akhir Maret 2026; tes kesehatan pada awal April 2026; serta pengumuman hasil seleksi dan orientasi peserta didik pada Mei 2026.

Seleksi dilakukan secara berjenjang dan ketat, namun tetap menjunjung pemerataan kesempatan. Seluruh informasi resmi mengenai mekanisme, jadwal, dan persyaratan seleksi dapat diakses melalui laman smaunggulgaruda.id dan kanal resmi Kemdiktisaintek. (Tri Wahyuni)

Related posts