JAKARTA (Suara Karya): Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) menegaskan ambisinya untuk menjadi kampus unggulan (Center of Excellence) di bidang industri kreatif. Langkah ini ditempuh melalui penguatan kurikulum, riset, serta pengabdian kepada masyarakat yang selaras dengan perkembangan teknologi digital.
Direktur Polimedia, Dwi Riyono, mengatakan transformasi tersebut merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mencetak sumber daya manusia yang siap terjun ke industri kreatif nasional.
Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan Halal Bihalal bersama insan media yang berlangsung di Kampus Polimedia Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Dwi menegaskan pentingnya pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) sebagai pendekatan utama dalam proses pendidikan.
“Polimedia berkomitmen menjadi Center of Excellence yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata melalui karya. Kami membangun ekosistem pembelajaran yang kolaboratif, inovatif, dan adaptif agar lulusan siap menjadi motor penggerak industri kreatif nasional,” ujarnya.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Polimedia aktif mendorong diseminasi karya mahasiswa dan dosen ke masyarakat luas. Produk-produk inovatif diperkenalkan melalui pameran, kompetisi, hingga publikasi riset di tingkat nasional dan internasional.
Upaya ini tidak hanya memperkuat kurikulum, tetapi juga menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Polimedia ingin memastikan setiap karya yang dihasilkan memiliki nilai guna dan dapat memberikan kontribusi nyata bagi industri.
“Kami terus memfasilitasi mahasiswa dan dosen untuk bereksperimen dan mengembangkan inovasi. Harapannya, karya yang dihasilkan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi bisa dikenal luas dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambahnya.
Sejalan dengan upaya tersebut, Polimedia juga menyambut 648 calon mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) untuk tahun akademik 2026/2027. Jalur ini menjadi bentuk apresiasi bagi siswa berprestasi tanpa melalui ujian tertulis.
Direktur Polimedia mengapresiasi para peserta yang berhasil lolos seleksi dan mengajak mereka segera melakukan registrasi ulang secara daring melalui portal resmi kampus.
“Kami mengucapkan selamat kepada 648 peserta yang lulus SNBP dan menyambut mereka sebagai kreator muda yang akan berkembang bersama Polimedia,” ujarnya.
Adapun program studi yang paling diminati pada jenjang Sarjana Terapan tahun ini meliputi Teknologi Rekayasa Multimedia, Pengelolaan Perhotelan, serta Produksi Film dan Televisi. Sementara pada jenjang Diploma Tiga, peminatan tinggi terdapat pada program Penyiaran, Periklanan, dan Seni Kuliner.
Sebagai perguruan tinggi vokasi negeri yang berfokus pada industri kreatif, Polimedia terus memperluas perannya sejak berdiri pada 2008. Saat ini, Polimedia memiliki 24 program studi dari jenjang Diploma Tiga, Sarjana Terapan, hingga Magister Terapan.
Dalam skema penerimaan mahasiswa baru, Polimedia menetapkan kuota 40 persen melalui jalur SNBP, 50 persen melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan 10 persen melalui jalur ujian mandiri. Strategi ini diharapkan mampu menjaring talenta terbaik dari seluruh Indonesia guna memperkuat ekosistem industri kreatif nasional. (Boy)
