Smesco Gelar Vaksinasi bagi 500 Penyandang Disabilitas

0

JAKARTA (Suara Karya): Sentra Vaksinasi Smesco Jakarta menggelar vaksinasi bagi 500 penyandang disabilitas dan pendampingnya. Mereka berasal dari berbagai komunitas yang tersebar di Jabodetabek.

Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama Kementerian Kesehatan dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM), Kementerian Sosial, Pemerintah Daerah serta Himpunan Pritel Penyewa Mall Indonesia (HIPPINDO), Grab Indonesia, Good Doctor, PT Bluebird dan organisasi disabilitas.

Salah satu penyandang disabilitas, Rosidah (36) mengaku tidak merasakan efek apapun usai divaksinasi, setelah menunggu sekitar 30 menit. Perempuan yang aktif di Persatuan Penyandang Disabilitas Fisik Indonesia itu pun mengajak rekan sesama penyandang disabilitas untuk mendapat vaksinasi.

“Pengalaman saya setelah divaksin alhamdulillah baik, nggak terasa apa-apa ya. Pesan saya untuk teman-teman penyandang disabilitas lainnya, tak usah takut. Vaksinasi itu aman dan bergun untuk meningkatkan kekebalan tubuh,” ujarnya.

Sebelumnya, kegiatan vaksinasi covid-19 bagi penyandang disabilitas di DKI telah dilakukan di sentra vaksinasi, fasyankes, dan panti-panti oleh Dinkes DKI dengan jumlah sasaran sebanyak 20.335 orang.

Vaksinasi bagi penyandang disabilitas sudah berjalan secara sporadis di beberapa daerah di Indonesia, setelah terbit Surat Edaran Menkes No.HK.02.01/MENKES/598/2021 dengan total target 562.242 sasaran.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan jumlah disabilitas di Indonesia sangat banyak dan mereka sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang memiliki keterbatasan dalam mengakses program vaksinasi covid-19. Untuk itu Kementerian Kesehatan sejak 16 April 2021 telah mengeluarkan surat edaran untuk bisa memasukkan kelompok disabilitas sebagai kelompok prioritas untuk vaksinasi lebih dahulu.

‚ÄúTarget dari program vaksinasi sekitar 225 ribu penyandang disabilitas di Jawa dan Bali,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin secara virtual, Jumat (9/7/21).

Jawa dan Bali menjadi prioritas, karena di wilayah tersebut telah menjadi zona merah, seiring dengan kenaikan kasus setiap harinya. Sentra vaksinasi menjadi salah satu strategi untuk mempercepat cakupan vaksinasi.

Staf Khusus Presiden Joko Widodo Angkie Yudistia mengatakan, program vaksinasi bagi disabilitas merupakan wujud penghormatan dan pemenuhan hak bagi mereka, sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas.

“Sesuai UU No 8 Tahun 2016 dan regulasi lainnya terkait penyandang disabilitas, disebutkan berbagai aspek pemenuhan hak penyandang disabilitas mulai dari pendidikan, infrastruktur, transportasi, kesempatan kerja, kesehatan termasuk didalamnya vaksinasi,” ucap Angkie. (Tri Wahyuni)