JAKARTA (Suara Karya) : Lagi, Ketua Pengprov Perpani Kaltara, Steve Singgih Wibowo ST . MMP mengingatkan, sudah seharusnya PB Perpani pimpinan Arsjad Rasjid menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) atau Pra Munas, sebelum Munas PB Perpani digelar Desember 2026.
“Rakernas atau Pra Munas sudah seharusnya digelar menjelang Munas PB Perpani yang rencananya dilaksanakan Desember 2026,” tegas Steve Singgih di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Melalui Rakernas atau Pra Munas, semua Pengprov dan jajaran pengurus PB Perpani bisa bertemu dan membahas apa yang akan dijalankan dalam Munas nantinya, baik yang menyangkut tata cara penerimaan calon Ketua Umum PB Perpani yang akan mendaftar dan persyaratan yang harus dipenuhi.
Semua itu cukup penting seperti halnya pembentukan Steering Commite (SC) atau Organizing Commite (OC). Begitu pula dengan pembentukan Tim Penyaringan dan Penjaringan (TPP). Dengan begitu, semua Pengprov Perpani bisa mengajukan calonnya yang akan diusung menjadi Ketum PB Perpani dalam Munas nantinya.
Steve Singgih juga mempertanyakan, apakah persyaratan maju menjadi calon Ketum PB Perpani nantinya masih sama dengan persyaratan Munas tahun 2022 yaitu setiap calon minimal harus memiliki 10 Pengprov atau pendukung yang mempunyai hak suara dalam Munas nantinya.
“Kondisi seperti itu harus dibicarakan dalam Rakernas atau Pra Munas, dengan harapan tidak ada persyaratan baru yang dapat menghambat calon Ketum yang baru nantinya, ” tegas Steve lagi.
Steve melanjutkan, jangan sampai dalam penyelenggaraan Munas PB Perpani nanti terkesan ada persyaratan baru yang diselundupkan untuk menghambat calon Ketum baru yang akan maju dalam Munas nantinya setelah terdengar kabar pimpinan sebelumnya tidak bersedia maju lagi.
Steve mengatakan, pimpinan PB Perpani era 2022 – 2026 dalam bidang organisasi dan peningkatan prestasi atlet cukup bagus. Apalagi saat atlet panahan Indonesia berhasil meraih medali emas di Asian Games XX di Jepang.
“Namun bila pimpinan PB Perpani kali ini tidak bersedia maju dalam Munas PB Perpani, maka Pengprov yang ada sudah tentu bisa mempersiapkan calon yang baru. Dari situlah akan pentingnya menggelar Rakernas atau Pra Munas. Dengan harapan, semua permasalahan dalam Munas nanti bisa terbuka, bahkan sesuai dengan AD/ART PB Perpani, “paparnya.
Selain itu katanya, dengan digelarnya Rakernas atau Pra Munas akan diketahui dengan jelas kapan Munas PB Perpani akan diselenggarakan dan dimana. Begitu juga PB Perpani dapat mengumumkan berapa Pengprov Perpani yang masih aktif dan memiliki suara dalam Munas nantinya. (Warso)

