Suara Karya

UNJ dan PSTI DKI Jakarta Dorong Digitalisasi Manajemen Pertandingan Sepaktakraw melalui Pelatihan Berbasis Teknologi

JAKARTA (Suara Karya) : Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pelatihan Sistem Informasi Manajemen Pertandingan Sepaktakraw Berbasis Digital”.

“Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula GOR Cempaka Putih, Jakarta Pusat, dan merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Skema PPM-KPIP 2026 dengan mitra Pengprov PSTI DKI Jakarta, ” tegas Ketua Pelaksana Kegiatan, Burhan Basyiruddin, M.Pd., di Jakarta, kemarin.

Kegiatan ini digagas sebagai upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dalam penyelenggaraan pertandingan sepak takraw, khususnya dalam pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung pengelolaan pertandingan yang lebih efektif, akurat, transparan, dan profesional.

Burhan Basyiruddin, M.Pd., melanjutkan, bersama tim pengabdian UNJ melihat bahwa pengelolaan pertandingan sepak takraw masih menghadapi kebutuhan untuk beralih dari proses manual menuju sistem yang lebih terintegrasi. Dalam proposal kegiatan disebutkan bahwa pengelolaan pertandingan yang masih dilakukan secara manual dapat menjadi kendala dalam proses manajemen penyelenggaraan pertandingan serta pengolahan data pertandingan.

“Transformasi digital dalam manajemen pertandingan bukan hanya tentang penggunaan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi dapat membantu panitia, wasit, dan pengelola pertandingan bekerja lebih cepat, akurat, dan terorganisasi,” demikian tujuan kegiatan yang dirumuskan dalam program pengabdian ini.

Berorientasi Praktek

Pelatihan menggabungkan pemaparan materi, workshop, praktik, dan simulasi pada pertandingan UNJ OPEN Sepaktakraw Season XII pada tanggal 18 s.d. 21 September 2026. Peserta  mendapatkan pemahaman mengenai tahapan manajemen penyelenggaraan pertandingan sepaktakraw, sistem pertandingan, serta pengolahan data dan hasil pertandingan.

Sistem informasi yang diperkenalkan diarahkan untuk membantu mengintegrasikan berbagai kebutuhan dalam penyelenggaraan pertandingan, mulai dari pengelolaan peserta, penjadwalan pertandingan, pencatatan hasil, pengolahan data, hingga penyusunan informasi dan laporan pertandingan.

Melalui pendekatan praktek langsung, peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep digitalisasi manajemen pertandingan, tetapi juga memiliki keterampilan untuk mengoperasikan dan menerapkannya dalam penyelenggaraan kompetisi.

Sasar Wasit, dan Pengelola Pertandingan

Kegiatan ini ditujukan terutama kepada panitia pertandingan, wasit, pengelola pertandingan, serta unsur pengurus klub/tim yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi sepak takraw.

Peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam transformasi digital karena keberadaan sistem informasi tidak akan memberikan manfaat optimal apabila pengguna belum memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai.

Pelatihan ditujukan untuk membantu tenaga keolahragaan di lingkungan PSTI DKI Jakarta agar mampu menerapkan sistem informasi manajemen pertandingan dengan baik dan mendukung terciptanya kompetisi yang berkualitas bagi pembinaan atlet sepak takraw.

Profesionalisme Pertandingan

Pemanfaatan sistem informasi diharapkan dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan pertandingan, mengurangi potensi kesalahan pencatatan data, serta mempercepat penyampaian informasi pertandingan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya UNJ untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan olahraga melalui pendidikan, pelatihan, dan penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi di masyarakat.

Kegiatan pengabdian tersebut dilaksanakan oleh tim dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan UNJ bersama mahasiswa dengan melibatkan Pengprov PSTI DKI Jakarta sebagai mitra kegiatan.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan penggunaan teknologi digital dalam manajemen pertandingan sepak takraw dapat semakin berkembang dan pada tahap selanjutnya mampu mendukung penyelenggaraan kompetisi yang lebih tertata, profesional, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembinaan atlet. (Warso)

Related posts