JAKARTA (Suara Karya) : Memasuki babak kedua pecatur putra dan putri Indonesia terpaksa harus mengakui keunggulan lawan yang datang dari. Vietnam dan Kazakhstan dalam duel match 16 tahun JAPFA Chess Festival 2026 di Gedung Serba Guna, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Setelah menahan remis pecatur Vietnam, IM Khuong Duy Dao dalam pertandingan pertama Selasa (1/9/2026), pecatur muda putra Indonesia, Satria Duta Cahaya pada Rabu (2/9/2026) terpaksa harus merobohkan Raja Hitamnya pertanda kalah. Dengan kekalahan dihari kedua Satria Duta ketinggalan angka 0,5 VP lawan 1,5 VP atas pecatur Vietnam.
Hal itu juga dialami pecatur putri Laisa Latifah lawan pecatur asal Kazakhstan, Xeniya Balabayeva. Dengan hasil remis dan kalah di babak kedua membuat Laisa ketinggalan dengan skor 0,5 – 1,5 VP lawan Xeniya.
Hal itu membuat pengamat catur Indonesia, Kristianus Liem sangat menyayangkan pecatur Indonesia tidak bisa memanfaatkan peluang untuk menang saat posisinya diatas angin saat bertanding di babak pertama. Bahkan lebih aman membagi angka setengah – setengah atau remis.
Menurut Kris saat permainan berada di atas angin tidak bisa melakukan manuver harus berbuat apa untuk meraih kemenangan. Semua itu bisa dilakukan dengan jalan berlatih dan berlatih saat akan tampil dalam pertandingan.
“Tampaknya hal itu yang sering dialami pecatur Indonesia saat menghadapi pecatur yang berada diatas levelnya. Saat ini Satria Duta mempunyai elorating 2412 sedang Khuong Duy Dao elorating 2509,” jelas Kristianus Liem.
Begitu juga di putri, Xeniya Balabayeva mempunyai elorating 2384, sedang Laisa Latifah berelorating 2213. Dengan begitu katanya, kedua pecatur Indonesia kalah ilmu dibanding lawan – lawannya dalam duel match kali ini.
Seharusnya kondisi seperti itu tidak boleh terjadi. Untuk mengatasi pecatur yang berada di atas levelnya, harus diantisipasi dengan ilmu yang memadai. “Sebagian besar pecatur Vietnam dan China rajin belajar sendiri, melalui internet maupun buku2 yang dimiliki, tidak sekedar menerima arahan dari pelatih, ” paparnya.
Pada kesempatan yang sama wasit internasional Agus Subandrijo mengatakan, dalam pertandingan duel match kali ini menyajikan, 4 kali pertandingan nomor standar, 2 kali catur cepat dan 4 kali catur kilat. Dan kalau skornya masih sepadan, maka dlianjutkan dengan tie break.
Sedang untuk pertandingan kategori yang lain biasa saja seperti di kategori standar 9 babak dan ditambah catur kilat 9 babak. Pada pertandingan catur KU – 18 yang sudah memasuki babak ketiga, Prima Arya dari Sumsel sementara memimpin dengan angka 3 VP, diikuti Ferdinand Abraham dari D. I Yogyakarta juga mengumpulkan nilai 3 VP. Sedang tempat ketiga diambil Fraser Saerang dari Banten dengan nilai 2,5 VP dan keempat Faiz Ramdhani dari Jabar dengan nilai 2,5 VP. (Warso)

