JAKARTA (Suara Karya): Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) bersama Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) kembali menggelar Kejuaraan Catur Junior ke-7 yang memperebutkan Piala Bergilir Prof. Purnomo Yusgiantoro.
Kompetisi yang berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026, di Gedung Serbaguna Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, tersebut diikuti 200 pecatur junior dari berbagai sekolah dan klub catur.
Para peserta terbagi dalam tiga kelompok usia, yakni 51 peserta KU 8 tahun, 59 peserta KU 10 tahun, dan 89 peserta KU 12 tahun.

Peserta datang tidak hanya dari Jabodetabek, tetapi juga dari berbagai daerah, antara lain Banten, Bandung, Pangandaran, Majalengka, Sukabumi, Kediri, Gresik, Yogyakarta, Purbalingga, Banyumas, Tulungagung, Pekalongan, Cilacap, Semarang, Surabaya, Ngawi, Malang, PALI, Bandar Lampung, hingga Bontang.
Ketua Umum PYC Filda Citra Yusgiantoro mengatakan, Kejuaraan Catur Junior Piala Bergilir Prof. Purnomo Yusgiantoro merupakan kegiatan yang secara konsisten diselenggarakan sejak 2016.
Menurut Filda, keberlanjutan kompetisi tersebut menunjukkan komitmen PYC dalam menyediakan ruang bagi anak-anak untuk mengenal, mencintai, dan mengembangkan kemampuan mereka melalui olahraga catur.

“Kejuaraan Catur Junior ini sudah kami selenggarakan sejak 2016. Kami ingin terus memberikan wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan minat dan prestasi mereka di bidang catur,” ujar Filda dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/8/2026).
Ia mengatakan, kompetisi tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk mencari pemenang. Lebih dari itu, pertandingan menjadi ruang bagi para peserta untuk merasakan atmosfer kompetisi sejak usia dini sekaligus belajar menghadapi kemenangan maupun kekalahan.
“Dalam sebuah pertandingan, anak-anak belajar banyak hal. Mereka belajar berpikir, mengambil keputusan, menghargai lawan, menjaga sportivitas, dan menerima hasil pertandingan dengan baik. Nilai-nilai seperti ini penting untuk membentuk karakter mereka,” katanya.
Filda juga menekankan pentingnya menumbuhkan semangat persatuan dan kecintaan terhadap Tanah Air melalui kegiatan yang mempertemukan anak-anak dari berbagai daerah.
“Kami juga ingin kejuaraan ini menjadi tempat bertemunya anak-anak dari berbagai daerah. Mereka bisa saling mengenal, bertanding secara sportif, dan membangun persahabatan. Dari sini kami ingin menumbuhkan semangat persatuan dan cinta Tanah Air sejak usia muda,” tuturnya.
Menurutnya, catur merupakan olahraga yang memiliki keunikan karena memadukan kemampuan berpikir, ketelitian, konsentrasi, strategi, serta keberanian mengambil keputusan.
“Catur mengajarkan anak untuk berpikir sebelum mengambil langkah. Setiap keputusan memiliki konsekuensi dan mereka harus belajar menyusun strategi. Kemampuan seperti ini tentu sangat berguna, bukan hanya dalam pertandingan catur, tetapi juga dalam kehidupan mereka ke depan,” ujar Filda.
Filda berharap Kejuaraan Catur Junior Piala Bergilir Prof. Purnomo Yusgiantoro dapat terus berlangsung dan menjadi salah satu wadah pembinaan bagi pecatur muda Indonesia.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berjalan dan semakin banyak anak-anak yang tertarik bermain catur. Mudah-mudahan dari kejuaraan seperti ini akan lahir pecatur-pecatur muda yang nantinya dapat mengharumkan nama Indonesia di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB Percasi Nanang Surahman Agung Pujalaksana mengatakan PB Percasi senantiasa memfasilitasi kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya pembinaan olahraga catur nasional.
“PB Percasi dalam setiap waktu terus mengembangkan dan membina percaturan Indonesia, khususnya bagi generasi muda dalam rangka membangun karakter, kemampuan, dan bisa menjadi atlet yang berprestasi,” ujar Nanang.
Ia berharap PYC dapat terus berkontribusi terhadap perkembangan catur di Indonesia. Menurutnya, catur memiliki sejarah panjang sebagai olahraga sekaligus olah otak yang hingga kini tetap diminati masyarakat luas.
Acara dibuka secara simbolis melalui permainan catur cepat antara Sekretaris Jenderal PB Percasi Nanang Surahman Agung Pujalaksana dan Prof. Purnomo Yusgiantoro.
Sementara itu, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Surono mengatakan catur tidak hanya mengajarkan teknik permainan, tetapi juga membentuk keberanian, kepercayaan diri, dan kemampuan berpikir strategis.
“Dengan bermain catur, sejak kecil anak-anak sudah terlatih berpikir cerdas dan lincah. Itu yang akan membuat mereka sukses, tidak hanya jika ingin jadi Grand Master, tetapi juga di profesi apa pun, entah jadi guru, pengacara, tentara, atau polisi,” jelas Surono.
Daftar Juara KU 8
- Rafi Abdullah
- Arsene Wei Gunawan
- Adzriel Satria Putra
- Pangestika Nirmala Wening
- Abidillah
- Ethaniel Sunarto
- Karessa Mathio
- Alesha Mahawira Azzahra
- Arzean Razka Giandra
- Shalom Singgih Hakiki
Daftar Juara KU 10
- Ryo Jayden Hu
- Zach Alexander Tjong
- Clayton Trevor Pratama
- Salim Nur Husni
- Christ Tangguh Prio Utomo
- Muhammad Nabil Muzakki
- Calistha Annabella Santoso
- Ghafir Antareja Junardi
- Muhammad Yusuf Hamdani
- Ibnu Abdillah Muhammad
Daftar Juara KU 12
- Edson Maxy Wiryanto
- Alexander Philip Kurniawan
- Muhammad Zhafran Athallah Irawan
- Banyu Wiguno Wening
- Kyle Darrel Gunawan
- Muhammad Saud Al Farabi
- Frans Kosta Murti Sitanggang
- Leonathan Edgar Hansen
- Jessen Michael Aiji Pranata
- Kingston Lovendria Tjia
Kejuaraan Catur Junior ke-7 Piala Bergilir Prof. Purnomo Yusgiantoro menjadi salah satu ajang yang mempertemukan pecatur-pecatur usia muda dari berbagai wilayah Indonesia. Kompetisi ini sekaligus memberikan ruang bagi para peserta untuk mengasah kemampuan melalui persaingan sejak usia dini. (Boy)

