JAKARTA (Suara Karya): Ajang lari IPB Run 2026 siap digelar pada 5-7 Juni 2026 di kawasan kampus IPB Dramaga, Bogor. Ditargetkan partisipasi mencapai 22 ribu pelari dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan yang diinisiasi Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) itu mengusung tema ‘Lestari untuk Bumi’, sebagai upaya mengampanyekan gaya hidup sehat, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Rektor IPB University, Alim Setiawan dalam konferensi pers sekaligus peluncuran IPB Run 2026, di Jakarta, Kamis (9/4/26), menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan IPB Run 2026. Kegiatan tersebut terbuka untuk seluruh kalangan, baik pelari pemula maupun profesional.
“Kegiatan dilaksanakan di kampus IPB Dramaga Bogor yang luasnya 267 hektar. Lingkungannya sejuk, karena banyak pepohonan,” ucap Alim Setiawan.
Hadir dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi XI DPR RI yang juga seorang pelari, Mukhamad Misbakhun; Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, serta dua aktris cantik yang juga menggeluti dunia lari yaitu Soraya Larasati dan Ussy Sulistiawati.
Alim menambahkan, IPB Run tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga membawa misi sosial dan lingkungan. Sebagian dana dari biaya pendaftaran peserta akan disisihkan untuk beasiswa bagi mahasiswa IPB yang kurang mampu.
Rangkaian kegiatan akan diawali dengan aksi penanaman pohon pada 5 Juni 2026, sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Aksi itu menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan
Ketua Umum HA IPB, Fauzi Amro menegaskan, kesiapan panitia dalam menyukseskan ajang lari tersebut. Ia menyebut target 22 ribu peserta sebagai bukti besarnya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan yang menggabungkan olahraga dan gerakan sosial.
“Kami siap menyambut 22 ribu runner di kampus IPB Dramaga. Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian lingkungan dapat menyatukan banyak orang,” katanya.
Menurut Fauzi, IPB Run 2026 juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat kontribusi alumni kepada masyarakat. “Tak sekadar ajang olahraga, IPB Run 2026 juga gerakan sosial yang berdampak luas. Kami ingin menginspirasi, bahwa alumni dapat hadir dan berkontribusi langsung,” ujarnya.
Agenda lomba akan berlangsung selama dua hari, yakni 6 dan 7 Juni 2026, dengan empat kategori yang diperlombakan, yaitu 5K, 10K, 21K, dan 42K.
Pada 6 Juni, kategori 5K dan 42K akan digelar. Lomba 5K dimulai pukul 07.00 WIB dengan batas waktu satu jam, sementara kategori 42K dimulai pukul 05.00 WIB dengan ‘cut-off time’ selama 6 jam.
Selanjutnya, pada 7 Juni, lomba digelar untuk kategori 10K dan 21K. Kategori 10K dimulai pukul 06.00 WIB dengan batas waktu dua jam, sedangkan kategori 21K dimulai pukul 05.00 WIB dengan cut-off time selama empat jam.
Ketua Panitia IPB Run 2026, Sara Enggar memastikan seluruh persiapan telah dilakukan secara matang, baik dari sisi teknis perlombaan maupun keamanan dan kenyamanan peserta.
“Kami berharap IPB Run 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga gerakan nasional berbasis komunitas yang mampu menginspirasi masyarakat untuk hidup sehat serta peduli terhadap lingkungan dan sosial,” ujarnya.
Dengan mengusung semangat ‘Lestari untuk Bumi’, lanjut Sara, IPB Run 2026 diharapkan menjadi simbol bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil, termasuk dari setiap langkah para pelari yang berpartisipasi.
Ditanya soal tiket, Fauzi Amro menjelaskan, harga dibedakan antara peserta dari IPB dan non-IPB. Untuk kategori 5K dikenakan harga Rp400 ribu; 10K sebesar Rp500 ribu; Half Marathon (HM) Rp600 ribu; dan Full Marathon (FM) Rp700 ribu.
Sedangkan non-IPB, harga tiket untuk 5K sebesar Rp500 ribu; 10K sebesar Rp550 ribu; HM sebesar Rp650ribu; dan FM sebesar Rp750 ribu. Jika membayar lebih awal akan ada potongan sebesar Rp50-100 ribu per kategori.
Soal hadiah, Fauzi menyebut, akan diberikan untuk juara 1 hingga 3 sesuai kategorinya masing-masing. Besaran hadiah sama baik pemenang laki-laki atau perempuan. Untuk juara 1 masing-masing kategori, yaitu 5K sebesar Rp4 juta; 10K sebesar Rp6 juta; HM sebesar Rp8 juta; dan FM sebesar Rp10 juta. (Tri Wahyuni)
