JAKARTA (Suara Karya): Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) membangun sinergi multisektor untuk mencetak generasi cakap digital.
Salah satunya adalah PT Huawei Indonesia. Perusahaan teknologi, informasi dan komunikasi global itu telah menjadi mitra Kemdikbudristek dalam mencetak talenta digital di Indonesia sejak 2020.
Sinergi itu dibuktikan lewat komitmen bersama hingga 2030 untuk mengakselerasi pertumbuhan talenta digital di Indonesia dengan target 9 juta orang.
Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Diktiristek, Nizam memberi apresiasi atas langkah nyata Huawei dalam menyiapkan SDM yang mampu menjawab tuntutan di era transformasi digital.
Dukungan Huawei yang berkelanjutan atas program Kampus Merdeka dan Kedaireka, menurut Nizam, membantu pemerintah dalam menyiapkan generasi unggul yang menghidupi semangat Pancasila.
“Lewat program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, generasi muda diharapkan menjadi penguasa teknologi yang bijak dan kritis,” katanya.
Nizam juga memberi apresiasi Huawei yang berkontribusi dalam membangun literasi digital di Tanah Air lewat kegiatan CSR di bulan Ramadan, berupa donasi perangkat telekomunikasi untuk meningkatkan kegiatan belajar-mengajar di pondok pesantren dan panti asuhan.
“Ini saatnya semua pihak di dunia pendidikan bergotong royong untuk mendorong literasi digital secara nasional,” imbuh Nizam.
Director of Government Affairs Huawei Indonesia, Yenty Joman menyampaikan Huawei akan mendukung pemanfaatan TIK di lembaga pendidikan, tidak hanya perguruan tinggi negeri dan swasta, tetapi juga meluas hingga pendidikan tinggi Islam, serta SMK dan pesantren.
Bentuk dukungan itu dilakukan melalui berbagai pelatihan upskilling, sertifikasi dan kesempatan ikut kompetensi TIK, baik tingkat nasional maupun global.
“Memasuki tahun ketiga, kami umumkan Huawei sukses menjangkau lebih dari 80 ribu talenta digital, atau mencapai sekitar 80 persen dari target,” kata Yenty.
Program CSR Ramadan bagi kalangan pondok pesantren, diharapkan tercipta pemimpin masa depan yang tak saja menguasai agama, budaya dan ilmu sosial, tetapi juga cakap digital dan memiliki daya pikir inovatif.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani menuturkan, saat ini ekosistem digital merupakan bagian penting dalam menciptakan generasi yang bertalenta.
“Banyak sekali talenta mumpuni di pondok pesantren. Diharapkan program tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi di Indonesia,” kata Ali Ramdhani.
Deputi Pembangunan Manusia Kantor Staf Presiden (KSP), Abetnego Tarigan menyambut hangat komitmen serta inisiatif Huawei dalam meningkatkan kerja sama dengan lembaga kementerian guna mewujudkan sumber daya manusia dan pembangunan Indonesia menjadi lebih baik. (Tri Wahyuni)
