Suara Karya

Dari Komitmen ke Aksi, Upaya LLDikti Wilayah III Perkuat Mutu Pendidikan Tinggi di Jakarta

JAKARTA (Suara Karya): Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III menegaskan komitmennya dalam memperkuat mutu pendidikan tinggi melalui berbagai program konkret yang dijalankan secara berkelanjutan di wilayah DKI Jakarta.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Temu Media yang digelar di Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR Kampus Bekasi, Rabu (22/4/26).

Dalam forum tersebut, LLDikti Wilayah III memaparkan capaian kinerja, program strategis, serta arah kebijakan ke depan sebagai bagian dari upaya menghadirkan pendidikan tinggi yang lebih adaptif, transparan, dan berdampak bagi masyarakat.

Kepala LLDikti Wilayah III, Dr Henri Tambunan menjelaskan, penguatan mutu pendidikan tinggi tak berhenti pada komitmen, tetapi diwujudkan melalui langkah-langkah nyata yang terukur.

“Berbagai program yang kami jalankan merupakan bentuk aksi konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, baik dari sisi kelembagaan, sumber daya manusia, maupun relevansi dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.

Salah satu upaya yang menonjol adalah penguatan kerja sama perguruan tinggi. Dalam tiga tahun terakhir, capaian kerja sama meningkat signifikan, dengan MoU naik sebesar 34 persen, MoA sebesar 50 persen, dan Implementation Agreement (IA) melonjak hingga 149 persen.

Untuk menjembatani kebutuhan industri, LLDikti Wilayah III juga membentuk Industrial Advisory Board (IAB) bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK).

Perluasan jejaring internasional juga dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai negara seperti Hungaria, Belanda, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan Filipina, guna meningkatkan kualitas akademik dan daya saing global perguruan tinggi.

Di bidang pengabdian kepada masyarakat, LLDikti Wilayah III menjalankan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Smart Village di Cianjur, Jawa Barat; dan KKN Tematik bertajuk ‘Merajut Nusantara’ di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Program ini menjadi kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berbasis riset dan inovasi.

Penguatan sumber daya manusia juga menjadi fokus utama. Dalam lima tahun terakhir, sebanyak 632 guru besar berhasil dilahirkan, dengan tambahan 15 guru besar hingga April 2026.

Untuk mendorong capaian tersebut, LLDikti Wilayah III secara aktif menggelar pendampingan dan bimbingan teknis bagi dosen dalam pengembangan karier akademik.

Dukungan kesejahteraan dosen juga terus ditingkatkan melalui realisasi tunjangan sertifikasi dan tunjangan kinerja yang mencapai ratusan miliar rupiah.

“Kebijakan itu diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara peningkatan kualitas akademik dan kesejahteraan tenaga pendidik,” ucap Henri.

Berbagai upaya tersebut berdampak pada peningkatan kualitas institusi pendidikan tinggi. Hingga awal 2026, tercatat ada 178 perguruan tinggi swasta di DKI Jakarta telah terakreditasi, dan 33 diantaranya meraih status unggul.

Kepala Bagian Umum LLDikti Wilayah III, Tri Munanto menambahkan, peran media menjadi penting dalam mendukung diseminasi informasi dan pengawalan isu strategis pendidikan tinggi.

“Media diharapkan dapat menjadi mitra kritis sekaligus kolaboratif dalam menyampaikan perkembangan pendidikan tinggi secara berimbang kepada publik,” ujarnya.

Melalui berbagai langkah konkret tersebut, LLDikti Wilayah III terus mendorong terwujudnya pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan masyarakat dan bangsa. (Tri Wahyuni)

Related posts