JAKARTA (Suara Karya): Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman membeberkan sejumlah strategi besar pemerintah untuk memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Strategi tersebut disampaikan Maman saat menghadiri Tasyakuran Dies Natalis ke-57 Institut Pariwisata (IP) Trisakti di Kampus Bintaro, Jakarta, Selasa (2/6/26).
Dalam sambutannya, Maman menegaskan, sektor pariwisata memiliki peran penting dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Selain UMKM, pariwisata merupakan sektor yang memiliki efek berganda (multiplier effect) besar terhadap perekonomian masyarakat.
“Kami menganggap UMKM sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi 8 persen. Jika lebih dikerucutkan lagi, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang harus didorong, karena memiliki dampak ekonomi yang sangat besar,” ucapnya.
Salah satu strategi yang tengah dijalankan pemerintah adalah mengarahkan pembiayaan perbankan ke sektor pariwisata. Maman menjelaskan, dari total penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp300 triliun per tahun, pemerintah mulai mendorong alokasi yang lebih besar kepada pelaku usaha di sektor pariwisata.
Selain KUR, pemerintah juga mengoptimalkan pembiayaan non-KUR yang nilainya mencapai Rp1.200 triliun per tahun. Dengan demikian, total pembiayaan UMKM yang dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan sektor ekonomi, termasuk pariwisata, mencapai sekitar Rp1.500 triliun setiap tahunnya.
“Tujuannya untuk menggerakkan mesin ekonomi di sektor pariwisata agar lebih tumbuh dan berkembang. Dampaknya mungkin akan mulai terlihat dalam beberapa waktu ke depan, ketika pembiayaan ini semakin banyak terserap,” katanya.
Strategi berikutnya adalah memperkuat pengembangan desa wisata. Maman mengatakan pemerintah bersama Kementerian Pariwisata, Kementerian Desa, dan Kementerian Ekonomi Kreatif tengah mendorong setiap daerah untuk mengoptimalkan potensi wisata lokal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Menurut dia, hampir seluruh daerah di Indonesia memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan, baik wisata alam, budaya, kuliner, maupun wisata berbasis pengalaman yang kini semakin diminati masyarakat.
“Kami ingin ekonomi desa bergerak melalui sektor pariwisata. Desa-desa yang memiliki potensi wisata harus didorong agar mampu menciptakan aktivitas ekonomi dan membuka lapangan kerja baru,” ujarnya.
Maman juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir pemerintah daerah agar tidak hanya bergantung pada APBD dan APBN. Dengan kondisi fiskal yang semakin ketat, daerah dituntut lebih kreatif dalam memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki.
Sektor pariwisata menjadi salah satu bidang yang paling menjanjikan untuk dikembangkan karena mampu menggerakkan berbagai sektor usaha sekaligus, mulai dari kuliner, transportasi, penginapan, ekonomi kreatif hingga UMKM.
Di hadapan ratusan mahasiswa, dosen, dan pelaku industri pariwisata, Maman memberi motivasi kepada generasi muda untuk melihat sektor pariwisata sebagai bidang yang memiliki prospek cerah di masa depan.
“Ke depan sektor pariwisata akan menjadi salah satu penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karena itu, saya berharap mahasiswa pariwisata mampu mengambil peran dan memanfaatkan peluang yang ada,” katanya.

Sementara itu, Rektor IP Trisakti Fetty Asmaniati mengatakan Dies Natalis ke-57 menjadi momentum bagi kampus untuk terus memperkuat kontribusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang pariwisata.
Mengusung tema ‘Tepat dalam Arah, Tuntas dalam Karya, dan Nyata dalam Dampak’, IP Trisakti terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, industri, serta mitra internasional guna meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing lulusan.
Di sepanjang 2025-2026. IP Trisakti berhasil menjalin 75 kerja sama strategis dengan berbagai pihak, sekaligus mempertahankan status Akreditasi Unggul yang kembali diperpanjang pada tahun ini.
“Sebagai kampus berdampak, kami terus berupaya memberi kontribusi nyata melalui pendidikan, kolaborasi industri, dan pemberdayaan masyarakat. Diharapkan, upaya ini terus mendukung pengembangan sektor pariwisata nasional,” ujarnya.
Tahun ini, IP Trisakti juga memberi beasiswa kepada 55 mahasiswa yang membutuhkan dukungan pembiayaan. Program beasiswa itu terlaksana berkat kolaborasi antara IP Trisakti dengan berbagai mitra industri yang selama ini mendukung pengembangan sumber daya manusia di sektor pariwisata.
“Ini merupakan komitmen kami untuk memastikan mahasiswa dapat terus berkembang dan menyelesaikan studinya dengan baik,” ujarnya.
Apresiasi terhadap capaian IP Trisakti juga disampaikan Bendahara Umum Yayasan Trisakti, Lukman Effendi. Menurutnya, perjalanan 57 tahun bukanlah waktu yang singkat dan menjadi bukti konsistensi institusi tersebut dalam menjaga mutu pendidikan serta tata kelola organisasi.
Lukman menyoroti sejumlah pencapaian yang berhasil diraih IP Trisakti, mulai dari pengelolaan keuangan yang memperoleh opini tanpa pengecualian, kondisi keuangan yang surplus, keberhasilan mempertahankan Akreditasi Unggul, hingga semakin luasnya kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri.
“IP Trisakti menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjaga mutu melalui kerja keras seluruh sivitas akademika. Yayasan Trisakti berharap kampus ini memperkuat kolaborasi dengan industri dan mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia yang semakin dinamis,” ujarnya.
Ia menegaskan Yayasan Trisakti akan terus memberi dukungan bagi peningkatan kualitas pendidikan karena IP Trisakti memiliki potensi besar untuk terus tumbuh, memberi dampak yang lebih luas bagi masyarakat, serta memperkuat reputasi almamater di tingkat nasional maupun internasional.
Hal senada disampaikan Ketua Umum Ikatan Alumni Institut Pariwisata Trisakti (IKAPTRI), Catur Prasetyo. Ia memberi ucapan selamat kepada keluarga besar IP Trisakti yang selama puluhan tahun berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul di sektor pariwisata.
“Atas nama IKAPTRI, kami mengucapkan selamat atas Dies Natalis ke-57 IP Trisakti. Kampus ini telah menjadi pilar penting dalam menghasilkan lulusan yang berkiprah di berbagai daerah bahkan hingga mancanegara,” kata Catur.
Menurutnya, kekuatan sebuah perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kualitas pendidikan yang diberikan, tetapi juga oleh soliditas jejaring alumni dan kemitraan dengan dunia industri.
Karena itu, IKAPTRI akan terus mendukung berbagai upaya kolaborasi yang dilakukan kampus untuk menjaga kebersamaan dan memperkuat posisi IP Trisakti sebagai pusat unggulan pendidikan pariwisata yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Tri Wahyuni)
