JAKARTA (Suara Karya): Aktor sekaligus penyanyi Rey Mbayang mengaku serius soal pendidikan. Ditengah kesibukannya, suami dari Dinda Hauw itu menyempatkan diri ikut perkuliahan di Universitas Terbuka (UT).
“Saya suka kuliah di UT, karena waktu belajarnya yang fleksibel. Cocok buat saya yang sibuk, tapi ingin tetap kuliah,” kata pria kelahiran 15 November 1998 itu.
Pemilik nama lengkap Reynaldi Aditya Wisnuh Hasidi Putra Atmaja Mbayang itu mengemukakan hal itu disela pelantikan wisudawan UT Periode II Wilayah 2 Tahun 2023, di Kampus UT Pondok Cabe, Jakarta, Selasa (25/7/23).
Rey berharap kelulusannya bisa menjadi motivasi untuk kedua anaknya tentang pentingnya pendidikan tinggi. Karena contoh yang baik adalah lewat tindakan.
“Pengalaman belajar disela-sela kegiatan itu bisa jadi contoh bagi anak-anak saya. Belajar itu tidak mengenal waktu dan tempat. Asalkan ada kemauan, pasti berhasil,” kata Rey yang lulus S1 Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UT dengan IPK 3.14.
Ditanya informasi tentang UT dari mana, Rey mengatakan, info dari kakak perempuannya, Oktaviany Mbayang atau dikenal dengan Ninie Mbayang yang sudah lebih kuliah di UT, namun lulus secara bersamaan, hari ini. Kakaknya lulus dari Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP)
Rektor UT, Prof Ojat Darojat M.Bus, PhD mengaku bangga dengan keberhasilan Rey Mbayang. Keberhasilan itu diharapkan jadi motivasi bagi kaum muda lain yang sudah bekerja di usia muda, tetapi berhasil menyelesaikan pendidikan tingginya.
“Kami senang karena saat ini UT sudah diminati kaum muda. Karena, 70 persen mahasiswa UT berusia dibawah 24 tahun. Semoga angkanya terus meningkat di masa depan,” ujar Prof Ojat.
Rektor menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan yang berhasil menyelesaikan studi dengan baik. Karena keberhasilan itu buka semata kemampuan akademis, tetapi juga karena kemandirian, kerja keras, dan pengaturan diri yang luar biasa.
“Mahasiswa dituntut untuk pandai membagi waktu, membagi perhatian dan tenaga, membangun motivasi yang tiada henti, apalagi saat menghadapi ujian. Belum lagi harus mengulang beberapa mata kuliah yang tidak lulus,” tutur Prof Ojat.
Wisuda UT kali ini bertema ‘Bangkit Bergerak Bersama UT PTNBH’. Tema itu sangat relevan, seiring diterbitkannya Peraturan Pemerintah No 39 Tahun 2022 tentang Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum bagi Universitas Terbuka (PTNBH-UT).
Keberhasilan UT meraih PTNBH, semakin memperteguh komitmen UT sebagai pelopor perguruan tinggi jarak jauh yang mempunyai peran strategis dalam peningkatan akses pendidikan tinggi di Indonesia.
“Namun, di sisi yang lain, UT PTNBH bisa menjadi kontra produktif, jika tidak mampu menggerakan seluruh potensi yang ada dalam mendukung pengembangan pendidikan jarak jauh,” katanya.
Untuk itu, Prof Ojat menambahkan, pihaknya akan mengawal dan memastikan UT PTNBH berjalan dengan baik, semangat untuk bangkit dan bergerak harus menjadi pilihan.
Jumlah lulusan periode II wilayah 2 tahun 2023 sebanyak 1.927 orang, mulai dari jenjang diploma, sarjana S1, dan pascasarjana yang hadir dari seluruh penjuru negeri.
Terdapat dua wisudawan dengan IPK terbaik yang diraih Kusuma Lelana Ayu Lestari, Program Studi Lingkungan dari UT Tarakan yang mendapat predikat kelulusan dengan pujian (IPK 4,00).
Selain itu ada Khairunisa Septiana Nurjanah, Prodi Manajemen- S1 dari UT Bogor yang juga mendapat predikat kelulusan dengan pujian (IPK 3,98).
“Momen wisuda bukanlah akhir dari suatu perjuangan, namun awal untuk lebih berkontribusi kepada masyarakat. Semoga lulusan UT dapat menjaga dan membanggakan almater di manapun ia berada,” ucap Prof Ojat menandaskan. (Tri Wahyuni)
