JAKARTA (Suara Karya): Institut Pariwisata (IP) Trisakti menjadi pilihan untuk kunjungan sekolah. Bahkan, jadwal kunjungan yang dilakukan setiap 1 minggu itu terbilang padat hingga Februari 2025.
“Alhamdulillah, IP Trisakti kembali dipercaya untuk kunjungan sekolah. Reputasi ini harus kita jaga,” kata Wakil Rektor II IP Trisakti, Novita Widyastuti saat menerima 140 siswa SMK NU Kesesi, Pekalongan, di kampus IT Trisakti di daerah Tanah Kusir, Jakarta, Rabu (15/1/25).
Ia mengaku senang bisa berbagi ilmu dan pengalaman dengan para siswa, sehingga terbuka wawasan bahwa ada ratusan jenis pekerjaan yang bisa digeluti sebagai lulusan kampus pariwisata.
“Lewat kegiatan ini kami juga ingin membuka wawasan siswa. Lulus kampus pariwisata itu bukan cuma kerja di hotel dan dapur, tetapi ada pekerjaan lainnya yang juga menyenangkan seperti pemandu wisata, ticketing, pengelola seminar, dan perusahaan tour,” tuturnya.
IP Trisakti juga memiliki program studi baru, yaitu S1 Bisnis Digital dan S1 Kewirausahaan yang diharapkan bisa memfasilitasi siswa yang ingin berbisnis di dunia digital dan kewirausahaan. Kedua bidang tersebut akan berkembang di masa depan.
“Semoga informasi ini bisa membuka wawasan siswa. Apalagi IP Trisakti memiliki jejaring dengan industri pariwisata, travel maupun perhotelan,” katanya.
Ditanya apakah ada syarat khusus bagi sekolah yang ingin melakukan kunjungan, Novita menegaskan, tidak ada. Cukup mengajukan surat resmi, nanti pihak kampus akan menjadwalkan waktunya.
Siswa SMK NU Kesesi di kampus IP Trisakti mendapat pembelajaran tentang ‘table manner’. Ilmu tersebut penting bagi siswa jurusan kuliner dan berguna saat siswa diundang di jamuan kenegaraan atau jamuan internasional.

“Hari ini kami tidak mengajak ke dapur, karena waktunya yang terbatas. Jadi, siswa belajar table manner, yang juga berguna bagi karir siswa di masa depan. Karena makan di jamuan internasional atau kenegaraan itu ada tata caranya,” tutur Novita.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala Sekolah SMK NU Kesesi Bidang Humas, Muhammad Didi Hardiyanto engaku senang karena respon IP Trisakti yang luar biasa.
“Lewat kegiatan ini kami ingin membuka wawasan siswa tentang dunia pariwisata dan pilihan karir di masa depan. Diharapkan lulusan SMK NU Kesesi yang melanjutkan ke perguruan tinggi semakin banyak. Saat ini baru sekitar 20 persen,” kata Didi.
Didi menyebut total jumlah siswa SMK NU Kesesi sebanyak 2.400 orang, yang terbagi dalam 3 jurusan yaitu teknik sepeda motor (TSM), akuntasi dan kuliner. Mereka datang bukan hanya dari Pekalongan tapi juga Pemalang.
Ditambahkan, pihak sekolah juga kerap mendorong siswa untuk melakukan berbagai inisiatif, seperti membuat kue-kue lalu dijual ke guru atau lingkungan sekolah.
“Kami punya Teras Boga, semacam warung untuk siswa menggelar kue-kue jualannya. Anak dilatih berani jualan ke guru atau teman-temannya,” katanya.
Ditanya kenapa memilih IP Trisakti sebagai kunjungan sekolah, Didi mengatakan, karena reputasi kampus pariwisata tersebut. “Setelah browsing di internet, IP Trisakti terlihat menarik perhatian. Setelah kontak, responnya pun bagus,” ujarnya.
Ia berharap kunjungan serupa akan dilakukan di tahun mendatang. Sehingga makin banyak siswa SMK NU Kesesi terbuka wawasannya tentang perguruan tinggi dan karir yang bisa diraih di masa depan. (Tri Wahyuni)
