JAKARTA (Suara Karya): Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menetapkan ‘palum’ sebagai Kata Tahun Ini (KTI) 2025. Kata yang berasal dari bahasa Batak Pakpak, Sumatera Utara itu dipilih karena mengisi kekosongan makna dalam bahasa Indonesia, yakni lawan kata dari ‘haus’.
Palum merupakan kosakata baru yang resmi ditambahkan ke dalam KBBI Daring pada Juli 2025, yang berarti ‘sudah puas minum’ atau “hilang rasa haus”. Kata ini berfungsi sebagai lawan kata langsung dari ‘haus’, serupa dengan pasangan kata lapar-kenyang.
Hal itu dikemukakan Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Badan Bahasa, Dora Amalia dalam acara bertajuk ‘Silaturahmi Kemdikdasmen dengan Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik)’, di Gedung Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa, di Sentul, Bogor, Jumat (24/1/26).
Hadir dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin; Sekretaris Badan Bahasa, Ganjar Harimansyah; Sekretaris Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Kemdikdasmen, Muhammad Yusro; dan Kepala Bidang Pengembangan dan Fasilitasi Pelaksanaan Asesmen Pendidikan, BSKAP, Handaru Catu Bagus.
Dijelaskan, pemilihan kata tahun tidak semata-mata berdasarkan popularitas, melainkan nilai konseptual dan kontribusinya terhadap pengayaan bahasa.
“Dalam bahasa Indonesia kita belum memiliki kata untuk menyatakan kondisi tidak haus. Palum hadir untuk melengkapi konsep itu,” ujar Dora.
Ia mencontoh penggunaan dalam kalimat, yaitu “Akhirnya aku palum juga setelah minum air dingin”.
Dora mengungkapkan, pemutakhiran Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kini dilakukan secara berkala tanpa menunggu terbitnya edisi cetak baru atau Kongres Bahasa Indonesia.
Pada pemutakhiran Oktober 2025, Badan Bahasa mencatat ada 3.259 entri baru, 136 makna baru, 2.450 perubahan entri, mencakup lema, definisi, dan contoh penggunaan.
“Bahasa berkembang sangat dinamis. Karena itu, pemutakhiran KBBI tidak bisa diseragamkan waktunya,” ucap Dora.
Menurut Dora, bahasa daerah memiliki peran strategis dalam memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Dalam dua periode terakhir, pengayaan kosakata dari bahasa daerah semakin diperluas.
“Bahasa daerah menyimpan konsep-konsep unik yang tidak kita miliki sebelumnya. Palum adalah contoh konkret bagaimana bahasa daerah memperkaya daya ungkap bahasa Indonesia,” katanya.
Penetapan kata tahun juga diharapkan meningkatkan kesadaran publik bahwa bahasa Indonesia tumbuh dari keberagaman bahasa daerah yang hidup di tengah masyarakat. (Tri Wahyuni)
