JAKARTA (Suara Karya): Menyambut tahun baru 2025 para pesilat nasional memberikan kado terindah bagi PB IPSI dan Persilat yang dipimpin Prabowo Subianto dengan meraih juara umum dikategori senior maupun remaja saat tampil di kejuaraan Dunia Pencak Silat di Abu Dhabi UEA, 18-23 Desember 2024.
Pada nomor senior atlet silat Indonesia mengumpulkan 11 medali emas, 7 perak, dan 5 perunggu. Diikuti Vietnam dengan 10 emas, 3 perak, dan 3 perunggu, serta Malaysia di peringkat ketiga dengan 6 emas, 9 perak, dan 4 perunggu.
“Pengumpulan 11 medali emas yang ditoreh pesilat Indonesia salah satunya disumbang atlet dari Jakarta Timur atas nama Puspa Arumsari yang tampil di nomor tunggal senior putri, ” tegas Ketua IPSI Pengkot Jakarta Timur, Porseda Risman melalui sambungan singkat HP nya dari Abu Dhabi, UEA kemarin.
Porseda yang juga mendampingi para atletnya yang berlaga di World Pencak Silat Championship ke 20 mengatakan, kegembiraan PB IPSI dan Pengkot IPSI Jakarta Timur bukan saja Puspa meraih medali emas di nomor tunggal di Abu Dhabi, namun secara berturut – turut tiga kali (hattrick) mempertahankan gelar juara.
Kedikjayaan Mega juga dipertahankan saat tampil di Pesta Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh – Sumut, 8-20 September 2024. Atlet asal Jakarta Timur ini juga mencetak hattrick atau kemenangan tiga kali berturut – turut menyuguhkan tampuk juara bagi kontingen DKI Jakarta.
Sedang ketika turun di SEA Games menyumbang juara dua kali bagi kontingen Indonesia. Adapun di Asian Games tahun 2018 juga mempersembahkan medali emas bagi sang Merah – Putih.
“Berhasil mempertahankan prestasi terbaiknya meraih hattrick di Kejuaraan Dunia, PON dan 2 kali meraih medali emas di SEA Games serta sekali di Asian Games tidaklah mudah bagi seorang atlet silat, ” tegas Porseda.
Semua itu harus ditempuh dengan latihan keras dan penguasaan mental yang mumpuni bagi seorang atlet nasional. Namun semua itu berjalan dengan lancar, dan hingga kini Puspa merupakan atlet terbaik dunia dan belum terkalahkan saat turun di nomor tunggal putri.
Regenerasi
Lebih jauh Porseda melanjutkan, selain di nomor dewasa yang memberikan kebahagiaan, di kelompok remaja atlet silat Jakarta Timur juga memberikan kebangaan ketika Rahel dan Yaqub menyumbang medali emas bagi kontingen Indonesia. Atas sumbangan medali itu pula kontingen Merah – Putih meraih gelar juara umum di kelompok remaja dengan mengumpulkan 11 emas, 3 perak, dan 2 perunggu, disusul Singapura di posisi kedua dengan 9 emas, 3 perak, dan 8 perunggu, dan Kazakhstan di tempat ketiga dengan 5 emas, 7 perak, dan 10 perunggu.
Raihan medali emas Rahel di nomor tunggal putri bisa menjadi penerus Puspa dimasa mendatang. Harapan itu sangat didambakan IPSI Pengkot Jakarta Timur, baik saat tampil di PON, SEA Games, Asian Games maupun Kejuaraan Dunia nantinya.
Bahkan Porseda mendambakan, bila cabang silat dipertandingkan di Olimpiade, para pesilat dari Jakarta Timur ada yang mewakilinya. Dan tidak sekedar bisa tampil, namun membawakan prestasi gemilang menyumbang medali emas bagi kontingen Indonesia.
Sedang di nomor fight putra, IPSI Jakarta Timur juga mendapat kado terindah menyambut tahun baru 2025 ketika Yaqub menyumbang medali emas bagi kontingen Indonesia di Junior World Pencak Silat Championship ke 5 di Abu Dhabi.
Porseda bersyukur dalam keikutsertaannya tampil dalam Kejuaraan Dunia kali ini Pengkot IPSI Jakarta Timur tidak sekedar menyumbang medali emas di kelompok dewasa, namun di kategori remaja juga ikut berperanan meraih medali emas bagi Merah – Putih. Dengan begitu regenerasi atlet silat di Jakarta Timur berkesinambungan mencapai puncak prestasi dunia.
Dalam World Pencak Silat Championship ke 20 dan Junior World Pencak Silat Championship ke 5 yang berlangsung di Abu Dhabi diikuti 1.100 peserta, termasuk atlet, pelatih, wasit, juri, dan official datang dari 57 negara. Hal itu tentunya yang terbesar dan mencatat sejarah selama Kejuaraan Dunia Pencak Silat digelar.
Para peserta yang datang dari 57 negara berkeinginan agar bisa tampil di Kejuaraan Dunia dan terulang kembali di tahun – tahun mendatang. Karena keikut sertaan tampil di Kejuaraan Pencak silat dunia, bukan hanya mengejar tampuk juara, namun bagai mana memperhatikan budaya bela diri dunia.
Semua itu sesuai dengan harapan Presiden Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat) Prabowo Subianto. “Melalui kejuaraan dunia dapat memperkuat ikatan persaudaraan antarnegara dan menginspirasi generasi penerus untuk meneruskan legasi tradisi luhur (noble tradition) dari Pencak Silat, “tegas Presiden Prabowo yang dikutip Menteri Luar negeri Indonesia, Sugiono dalam sambutannya saat penutupan kejuaraan dunia Pencak silat di Abu Dhabi. (Warso)
