JAKARTA (Suara Karya): Ajang pameran multiproduk terbesar, terlengkap, dan terlama di kawasan Asia Tenggara, Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026, siap kembali digelar selama 32 hari penuh mulai 11 Juni hingga 12 Juli 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta Pusat. Penyelenggara optimistis gelaran tahun ini akan menjadi motor penggerak perdagangan, investasi, dan promosi produk dalam negeri di tengah upaya penguatan ekonomi nasional.
Direktur Marketing JIEXPO, Ralph Scheunemann, mengatakan Jakarta Fair 2026 merupakan penyelenggaraan ke-57 sejak pertama kali digelar pada 1968. Tahun ini, Jakarta Fair mengusung tema “Jakarta Fair sebagai Wadah Pameran Multiproduk, Hiburan, dan Pertemuan Bisnis untuk Mendorong Perdagangan serta Investasi dari UMKM hingga Industri Nasional dan Internasional.”
Menurut Ralph, tema tersebut mencerminkan komitmen Jakarta Fair untuk terus menjadi platform yang mempertemukan pelaku usaha, investor, dan masyarakat dalam satu ekosistem yang mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Jakarta Fair tidak hanya menjadi ajang pameran multiproduk, tetapi juga wadah pertemuan bisnis yang mampu mendorong perdagangan dan investasi dari sektor UMKM hingga industri nasional dan internasional,” ujar Ralph dalam konferensi pers Jakarta Fair Kemayoran 2026, Kamis (4/6/2026).
Ia mengungkapkan, penyelenggaraan tahun lalu mencatatkan capaian yang cukup signifikan dengan jumlah pengunjung mencapai 5,9 juta orang dan nilai transaksi sebesar Rp7,3 triliun. Capaian tersebut menjadi indikator tingginya antusiasme masyarakat sekaligus besarnya kontribusi Jakarta Fair terhadap perputaran ekonomi nasional.
Pada tahun ini, jumlah peserta pameran meningkat menjadi 2.800 peserta dengan 1.800 stan atau tenant. Komposisinya terdiri dari 55 persen sektor swasta dan 45 persen pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Peningkatan jumlah peserta tersebut dinilai sebagai bukti bahwa Jakarta Fair masih menjadi etalase bisnis yang efektif bagi pelaku usaha dari berbagai sektor.
Berbagai produk unggulan akan ditampilkan dalam pameran ini, mulai dari otomotif, elektronik, gadget, perlengkapan rumah tangga, fesyen, furnitur, kuliner, kosmetik, perbankan, hingga produk kreatif dan kerajinan tangan. Kehadiran ribuan peserta tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.
Ralph menambahkan, Jakarta Fair juga memiliki peran penting dalam membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan. Selain menjadi sarana promosi produk, kegiatan ini memberikan kesempatan luas bagi UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada jutaan calon konsumen yang datang selama pameran berlangsung.
Penyelenggaraan Jakarta Fair 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-499 Provinsi DKI Jakarta yang mengusung tema “Bergerak Menuju Era Baru Jakarta”. Menurut Ralph, semangat tersebut sejalan dengan transformasi Jakarta menuju kota global yang modern, inklusif, dan berdaya saing tinggi.
Selain pameran produk, Jakarta Fair tahun ini kembali menghadirkan berbagai hiburan bagi pengunjung. Mulai dari parade karnaval, kontes Miss Jakarta Fair, pesta kembang api, wahana permainan keluarga, hingga Jakarta Fair Music Concert yang akan berlangsung selama 32 hari tanpa henti.
Sejumlah musisi papan atas Indonesia dijadwalkan tampil memeriahkan panggung konser, di antaranya Slank, Hindia, Sal Priadi, Kotak, J-Rocks, Last Child, Tony Q, Tipe-X, The Changcuters, Fiersa Besari, Juicy Luicy, Superman Is Dead, Endank Soekamti, JKT48, NDX AKA, Perunggu, dan For Revenge.
Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, panitia juga meningkatkan kualitas sarana dan prasarana, termasuk kebersihan area pameran, fasilitas toilet berstandar internasional, serta area parkir yang luas. Akses menuju lokasi pun diperkuat melalui sejumlah rute khusus TransJakarta yang disiapkan selama penyelenggaraan Jakarta Fair 2026.
“Tingginya partisipasi peserta dan antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa Jakarta Fair bukan hanya milik Jakarta, tetapi telah menjadi agenda nasional yang memberikan dampak nyata bagi perdagangan, investasi, dan pertumbuhan UMKM Indonesia,” kata Ralph. (Boy)
