JAKARTA (Suara Karya): Universitas Pertamina (UPER) menggelar kompetisi Petroleum Integrated Competition (PROTECT) 2023 yang akan diikuti mahasiswa di seluruh Indonesia.
Didukung Pertamina, kompetisi menitikberatkan pada digitalisasi sektor migas, yang memiliki pengaruh signifikan terhadap industri energi, seperti pengembangan energi baru terbarukan.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UPER, Budi W Soetjipto berharap, PROTECT 2023 dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk meningkatkan kreativitas melalui digitalisasi di sektor migas.
Disebutkan, ada 15 tim yang akan mempresentasikan hasil karyanya dalam beberapa bidang kompetisi seperti well design competition, drilling fluid design competition, case study competition, paper and poster competition serta smart competition.
“Ada pula tim yang mengangkat pemanfaatan kendali PLTA Jatiluhur dengan mengoptimalkan Artificial Intelligence/AI sebagai sistem kendali,” tutur Budi.
Sebagai kampus bisnis dan teknologi yang berorientasi pada sektor energi, UPER mendukung perkembangan teknologi di lingkup industri migas dalam pembelajaran di kelas.
“Bagi generasi muda yang kehidupannya lekat dengan teknologi, UPER membuka kesempatan untuk mengembangkan ide dalam mengeksplorasi penggunaan teknologi di berbagai sektor, termasuk energi,” ujarnya.
Proyek yang dikerjakan semasa kuliah hingga proyek semacam PROTECT 2023 merupakan bentuk dukungan Universitas Pertamina bagi mahasiswa untuk mengasah digital skillnya.
Budi mengungkapkan, ada 45 lulusan UPER tahun ini mendapat kesempatan berkarir di Pertamina Grup melalui program Lulusan Merah Putih. Program tersebut merupakan bagian dari penciptaan generasi unggul.
Bagi siswa SMA yang tertarik pada pemanfaatan AI di bidang energi dapat bergabung di sejumlah program studi di UPER, seperti Ilmu Komputer, Teknik Geofisika, Teknik Geologi dan Teknik Perminyakan.
Hadir dalam kesempatan yang sama, Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Rudi Ariffianto menyampaikan, digitalisasi memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam industri energi, khususnya dalam pengembangan energi baru terbarukan.
“Bekerja sama dengan Pertamina Power Indonesia (PPI), Pertamina Hulu Rokan tengah, kami mengembangkan pemanfaatan solar panel yang berdampak terhadap efisiensi biaya operasional hingga 4,5 juta dollar per tahun,” ungkap Rudi.
Hal senada dikemukakan Country Manager Landmark Halliburton, Atmo Silaban. Katanya, digitalisasi dapat mendukung peningkatan dan efisiensi produksi energi.
“Dalam produksi migas, penggunaan software drilling dan reservoir dapat meningkatkan nilai produksi hingga 64,6 juta dollar,” kata Atmo.
Sebagai informasi, Research and Market menemukan, pasar AI dalam sektor migas menembus hingga 2 miliar dolar Amerima pada 2019. Nilainya diprediksi akan meningkat hingga 3,81 miliar dolar Amerika pada 2025.
ChatGPT atau teknologi chatbot berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI) digadang-gadang menjadj disrupsi teknologi baru. Diluncurkan November 2022, kini ChatGPT melayani sekitar 10 juta permintaan informasi per hari.
Bandingkan dengan Google yang di tahun pertamanya ‘hanya’ meladeni 3,5 juta permintaan informasi per hari.
Tak mau ketinggalan, teknologi AI juga diadopsi menjadi salah satu metode dalam upaya peningkatan hasil produksi migas. (Tri Wahyuni)
