Suara Karya

231.104 Peserta SNBT 2024 Dinyatakan Lulus, Kursi Kosong Capai 41 Ribu!

JAKARTA (Suara Karya): Sebanyak 231.104 peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2024 dinyatakan lulus. Pengumuman hasil seleksi bisa diakses hari ini, Kamis (13/6/24), mulai pukul 15.00 WIB.

Pengumuman melalui laman https://pengumuman-snbt-snpmb.bppp.kemdikbud.go.id, dengan cara memasukkan Nomor pendaftaran UTBK-SNBT 2024 dan Tanggal Lahir Peserta sesuai data diri yang telah teregistrasi pada sistem SNPMB (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru).

Demikian dikatakan Ketua Umum Ketua Tim Penanggung Jawab SNPMB 2024, Ganefri dalam keterangan pers, di Jakarta, Kamis (13/6/24).

Hadir dalam kesempatan itu, Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Diktiristek), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek dan Teknologi (Kemdikbudristek), Abdul Haris; Dirjen Pendidikan Vokasi (Diksi), Kemdikbudristek, Kiki Yuliati; dan jajaran Ketua Tim Penanggung Jawab SNPMB 2024.

Ganefri yang juga Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) itu menegaskan, peserta SNBT 2024 yang lulus dan sudah melakukan
pendaftaran ulang tidak dapat diterima pada seleksi mandiri tahun 2024 di PTN mana pun.

Dijelaskan, pelaksanaan UTBK-SNBT 2024 diikuti 145 perguruan tinggi, yang terdiri atas 75 PTN akademik, 26 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), dan 44 politeknik negeri sebagai PTN Vokasi.

Total daya tampung SNBT 2024 disebutkan 272.248 kursi. Dari jumlah itu, tersisa 41.144 kursi kosong karena ada beberapa program studi yang tidak memiliki pendaftar. Terbanyak di PTN wilayah Timur Indonesia.

“Soal kursi ini menjadi kebijakan masing-masing kampus, apakah akan diisi melalui jalur mandiri atau dibiarkan kosong,” ujarnya.

Soal jumlah pendaftar SNBT 2024, Ganefri menyebut jumlahnya meningkat dibanding tahun lalu, sebanyak 785.058 lulusan sekolah lanjutan tingkat atas, yang terdiri atas 552.358 lulusan SMA, 126.656 lulusan SMK, 99.871 lulusan madrasah aliyah (MA), 968 lulusan sekolah satuan pendidikan kerja sama (SPK) SMA dan 5.205 lulusan sekolah lainnya.

“Dari 785.058 pendaftar, sebanyak 661.076 lulusan 2024; 104.750 lulusan 2023; dan 19.232 lulusan 2022,” kata Ganefri seraya menyebut ada 260.069 pendaftar
pelamar Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).

Berbeda dari tahun lalu, peserta SNBT 2024 dapat memiliki 4 pilihan program studi. Pada PTN Akademik, yang menyediakan 219.709 kursi daya tampung, jumlah pendaftar pilihan 1 ada 748.491; pilihan 2 ada 699.102; pilihan 3 sebanyak 339.393; dan
Pilihan 4 sebanyak 174.892.

Di PTKIN, jumlah daya tampung sebanyak 16.232 kursi. Dari jumlah itu, 14.032 mendaftar pilihan 1; 26.317 pilihan 2; 2.527 pilihan 3; dan 690 pilihan 4.

Pada PTN Vokasi, tersedia 36.307 kursi daya tampung. Jumlah pendaftar pilihan 1 sebanyak
22.535; pilihan 2 sebanyak 31.210; pilihan 3 sebanyak 107.120; dan pilihan 4 sebanyak 96.391.

Hasil SNBT Tahun 2024, dari 231.104 pendaftar yang dinyatakan lulus, ada 193.660 lulusan 2024; 31.642 lulusan 2023; dan 5.802 lulusan 2022.

Diantara jumlah pendaftar yang dinyatakan lulus, sebanyak 189 pendaftar difabel (dari total 905)
dinyatakan lulus.

Dalam hal skor UTBK pada SNBT 2024 ini, dijumpai hal menarik. Selisih skor rerata UTBK 2024 antara calon mahasiswa jenjang Sarjana dan calon mahasiswa jenjang D-3 lebih kecil dari selisih skor pada 2023.

Terkait skor UTBK dan kurikulum sekolah asal pendaftar, khususnya pada SMA dan SMK, ditemukan
rerata skor UTBK pendaftar dari SMA dan SMK pengguna Kurikulum Merdeka lebih tinggi, terlepas dari tingkat keketatan prodi yang dipilih.

“Padahal persentase penerimaan pendaftar dari sekolah pengguna
Kurikulum Merdeka sedikit lebih rendah, dibanding pendaftar dari sekolah pengguna kurikulum
terdahulu (Kurikulum 2013),” ujarnya.

Demi keamanan, peserta yang lulus segera melakukan verifikasi data akademik dan registrasi ulang sesuai jadwal yang ditetapkan PTN yang dituju.

Pada verifikasi data akademik dan registrasi ulang, peserta lulus seleksi SNBT wajib memenuhi ketentuan, yaitu menunjukkan rapor asli, ijazah/Surat Keterangan Lulus (SKL) asli, dan persyaratan lain yang ditetapkan PTN yang dituju.

Bagi peserta lulus SNBT 2024 khusus pelamar KIP Kuliah, selain verifikasi data akademik, juga akan dilakukan verifikasi data ekonomi berdasarkan dokumen dan/atau kunjungan ke alamat tinggal peserta. (Tri Wahyuni

[13/6 12.20] Tri W: 231.104 Peserta SNBT 2024 Dinyatakan Lulus, Kursi Kosong Capai 41 Ribu!

JAKARTA (Suara Karya): Sebanyak 231.104 peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2024 dinyatakan lulus. Pengumuman hasil seleksi bisa diakses hari ini, Kamis (13/6/24), mulai pukul 15.00 WIB.

Pengumuman melalui laman https://pengumuman-snbt-snpmb.bppp.kemdikbud.go.id, dengan cara memasukkan Nomor pendaftaran UTBK-SNBT 2024 dan Tanggal Lahir Peserta sesuai data diri yang telah teregistrasi pada sistem SNPMB (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru).

Demikian dikatakan Ketua Umum Ketua Tim Penanggung Jawab SNPMB 2024, Ganefri dalam keterangan pers, di Jakarta, Kamis (13/6/24).

Hadir dalam kesempatan itu, Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Diktiristek), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek dan Teknologi (Kemdikbudristek), Abdul Haris; Dirjen Pendidikan Vokasi (Diksi), Kemdikbudristek, Kiki Yuliati; dan jajaran Ketua Tim Penanggung Jawab SNPMB 2024.

Ganefri yang juga Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) itu menegaskan, peserta SNBT 2024 yang lulus dan sudah melakukan
pendaftaran ulang tidak dapat diterima pada seleksi mandiri tahun 2024 di PTN mana pun.

Dijelaskan, pelaksanaan UTBK-SNBT 2024 diikuti 145 perguruan tinggi, yang terdiri atas 75 PTN akademik, 26 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), dan 44 politeknik negeri sebagai PTN Vokasi.

Total daya tampung SNBT 2024 disebutkan 272.248 kursi. Dari jumlah itu, tersisa 41.144 kursi kosong karena ada beberapa program studi yang tidak memiliki pendaftar. Terbanyak di PTN wilayah Timur Indonesia.

“Soal kursi ini menjadi kebijakan masing-masing kampus, apakah akan diisi melalui jalur mandiri atau dibiarkan kosong,” ujarnya.

Soal jumlah pendaftar SNBT 2024, Ganefri menyebut jumlahnya meningkat dibanding tahun lalu, sebanyak 785.058 lulusan sekolah lanjutan tingkat atas, yang terdiri atas 552.358 lulusan SMA, 126.656 lulusan SMK, 99.871 lulusan madrasah aliyah (MA), 968 lulusan sekolah satuan pendidikan kerja sama (SPK) SMA dan 5.205 lulusan sekolah lainnya.

“Dari 785.058 pendaftar, sebanyak 661.076 lulusan 2024; 104.750 lulusan 2023; dan 19.232 lulusan 2022,” kata Ganefri seraya menyebut ada 260.069 pendaftar
pelamar Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).

Berbeda dari tahun lalu, peserta SNBT 2024 dapat memiliki 4 pilihan program studi. Pada PTN Akademik, yang menyediakan 219.709 kursi daya tampung, jumlah pendaftar pilihan 1 ada 748.491; pilihan 2 ada 699.102; pilihan 3 sebanyak 339.393; dan
Pilihan 4 sebanyak 174.892.

Di PTKIN, jumlah daya tampung sebanyak 16.232 kursi. Dari jumlah itu, 14.032 mendaftar pilihan 1; 26.317 pilihan 2; 2.527 pilihan 3; dan 690 pilihan 4.

Pada PTN Vokasi, tersedia 36.307 kursi daya tampung. Jumlah pendaftar pilihan 1 sebanyak
22.535; pilihan 2 sebanyak 31.210; pilihan 3 sebanyak 107.120; dan pilihan 4 sebanyak 96.391.

Hasil SNBT Tahun 2024, dari 231.104 pendaftar yang dinyatakan lulus, ada 193.660 lulusan 2024; 31.642 lulusan 2023; dan 5.802 lulusan 2022.

Diantara jumlah pendaftar yang dinyatakan lulus, sebanyak 189 pendaftar difabel (dari total 905)
dinyatakan lulus.

Dalam hal skor UTBK pada SNBT 2024 ini, dijumpai hal menarik. Selisih skor rerata UTBK 2024 antara calon mahasiswa jenjang Sarjana dan calon mahasiswa jenjang D-3 lebih kecil dari selisih skor pada 2023.

Terkait skor UTBK dan kurikulum sekolah asal pendaftar, khususnya pada SMA dan SMK, ditemukan
rerata skor UTBK pendaftar dari SMA dan SMK pengguna Kurikulum Merdeka lebih tinggi, terlepas dari tingkat keketatan prodi yang dipilih.

“Padahal persentase penerimaan pendaftar dari sekolah pengguna
Kurikulum Merdeka sedikit lebih rendah, dibanding pendaftar dari sekolah pengguna kurikulum
terdahulu (Kurikulum 2013),” ujarnya.

Demi keamanan, peserta yang lulus segera melakukan verifikasi data akademik dan registrasi ulang sesuai jadwal yang ditetapkan PTN yang dituju.

Pada verifikasi data akademik dan registrasi ulang, peserta lulus seleksi SNBT wajib memenuhi ketentuan, yaitu menunjukkan rapor asli, ijazah/Surat Keterangan Lulus (SKL) asli, dan persyaratan lain yang ditetapkan PTN yang dituju.

Bagi peserta lulus SNBT 2024 khusus pelamar KIP Kuliah, selain verifikasi data akademik, juga akan dilakukan verifikasi data ekonomi berdasarkan dokumen dan/atau kunjungan ke alamat tinggal peserta. (Tri Wahyuni)

Related posts