Suara Karya

WGSH Bawa AI ke Sektor Properti, Landlogic Disiapkan Jadi Model Hunian Generasi Baru

JAKARTA (Suara Karya): PT Wira Global Solusi Tbk terus memperluas transformasi bisnisnya sebagai perusahaan holding investasi berbasis teknologi melalui pengembangan proyek properti Landlogic. Proyek ini dikembangkan sebagai kawasan hunian yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ke dalam berbagai proses bisnis, mulai dari pemasaran hingga layanan pelanggan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi diversifikasi usaha Perseroan yang tetap bertumpu pada pemanfaatan teknologi sebagai penggerak utama penciptaan nilai. WGSH menilai sektor properti memiliki potensi pertumbuhan yang besar dan masih menyimpan banyak ruang untuk ditingkatkan melalui digitalisasi.

Landlogic merupakan hasil akuisisi PT Lereng Lembah Madu yang dilakukan WGSH pada 2025. Setelah melalui proses pengembangan dan pemecahan lahan, proyek tersebut kini terdiri atas 178 kavling perumahan yang diposisikan sebagai model pengembangan properti generasi baru.

Komisaris Utama WGSH, Ikin Wirawan, mengatakan Perseroan melihat peluang besar untuk menghadirkan efisiensi baru di industri properti melalui pemanfaatan data, otomasi, dan teknologi AI.

“Sebagai holding investasi berbasis teknologi, WGSH memandang properti sebagai sektor yang dapat ditransformasi melalui pemanfaatan data, otomasi, dan kecerdasan buatan. Melalui Landlogic, Perseroan ingin menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya relevan bagi perusahaan digital, tetapi juga mampu meningkatkan efisiensi sektor riil yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian,” ujar Ikin di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Dikatakan Ikin, dalam pengembangannya, Landlogic memanfaatkan Winsage.AI, digital employee yang dikembangkan dalam ekosistem WGSH. Teknologi tersebut memungkinkan perusahaan menghadirkan layanan berbasis WhatsApp yang dapat menjawab pertanyaan calon konsumen secara otomatis, memanfaatkan data internal perusahaan, serta mempercepat proses komunikasi dan pengambilan keputusan.

Ia meyakini, penerapan AI dapat meningkatkan produktivitas tim penjualan sekaligus menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih baik. Perseroan juga menilai integrasi teknologi akan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri properti di masa depan.

Selain membawa inovasi teknologi, Landlogic juga diproyeksikan memberikan kontribusi finansial yang signifikan bagi Perseroan. Dengan target penyelesaian penjualan seluruh kavling dan rumah hingga 2029, proyek tersebut diperkirakan menghasilkan pendapatan sekitar Rp140 miliar dengan laba bersih lebih dari Rp20 miliar.

Dari sisi sosial, Landlogic hadir di tengah tingginya backlog perumahan nasional yang diperkirakan mencapai sekitar 30 juta unit. WGSH berharap proyek ini dapat menjadi bagian dari upaya memperluas ketersediaan hunian bagi masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa inovasi teknologi dapat berjalan seiring dengan penciptaan dampak sosial yang positif.

Ke depan, WGSH menyatakan akan terus memperkuat integrasi teknologi di seluruh lini bisnisnya. Selain Landlogic, Perseroan juga mengembangkan proyek Tumbara di sektor distribusi pangan dan Blue Phoenix yang bergerak di bidang ekonomi sirkular berbasis daur ulang limbah plastik PET. (Boy)

Related posts