JAKARTA (Suara Karya) : Ketua Umum PB ABTI, Zulfydar Zaidar Mochtar memberikan apresiasi dan selamat pada Josua Franklin Oktanatama Siahaan secara resmi dilantik sebagai Ketua Umum Pengprov ABTI DKI Jakarta periode 2026 – 2030.
“Kami berharap dengan kepemimpinan
Josua Franklin Pengprov ABTI DKI Jakarta lebih gigih lagi memajukan prestasi para atletnya menuju berbagai event nasional dan memperkuat Timnas bola tangan Indonesia kepentas dunia, ” tegas Zulfydar Zaidar di Gedung KONI DKI Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Upaya memenuhi semua itu diperlukan pembibitan atlet mulai junior yang diprediksikan memiliki tinggi badan mulai 180 Cm hingga 200 Cm lebih. Bila memiliki bibit atlet yang tingginya sesuai standart, maka prestasi tim yang dibinanya dapat diharapkan tampil di berbagai event internasional.
Zulfidar mengakui, prestasi atlet bola tangan DKI Jakarta sudah mencapai puncak saat mengawinkan medali emas putra – putri di PON Aceh tahun 2024. Prestasi itu sudah seyogayanya ditingkatkan lagi menuju level internasional.
“Kami mengakui saat tim SEA Games 33 meraih medali perunggu di Thailand 2025, sebagian besar diperkuat pemain DKI Jakarta. Hal itu harus ditingkatkan lagi, apalagi atlet DKI Jakarta, kini memiliki pemain yang tinggi badannya rata – rata mencapai 200 Cm, ” tegas Zulfydar Zaidar.
Dalam kesempatan itu Zulfydar juga tidak lupa mengucapkan terima kasih pada Ketua Pengprov ABTI DKI Jakarta sebelumnya yaitu Syaiful Bahri yang dikenal dengan panggilan Achoy yang sukses membawa tim bola tangan putra dan putri meraih juara di PON XXI Aceh tahun 2024.
Dengan prestasi yang diraih sebelumnya minimal bisa dipertahankan lagi saat Pengprov ABTI DKI Jakarta periode 2026 – 2030 dipimpin Josua Franklin. Bahkan bila perlu meraih lebih dari dua medali emas, bila nantinya cabang bola tangan memperebutkan 4 medali emas di PON tahun 2028 di NTB dan NTT.
Zulfydar melanjutkan, dengan perkembangan waktu semua daerah berpacu meningkatkan prestasi atletnya. Semua itu akan terpantau dalam Kejurnas junior yang rencananya digelar di Surabaya, Agustus mendatang dan Kejurnas senior di Medan Oktober 2026.
Apalagi DKI Jakarta direncanakan menjadi tuan rumah olahraga pantai sekitar November 2026. Dengan begitu DKI Jakarta juga harus berpacu membina dan meningkatkan prestasi atlet bola tangan pantai, selain bola tangan indoor.
Mendengar himbauan dari Ketum PB ABTI, Josua Franklin tertantang dan sesumbar siap memenuhi himbauan Zulfydar untuk meraih 4 medali emas di PON tahun 2028 di NTB dan NTT.
“Upaya memenuhi semua itu akan melakukan terobosan meningkatkan tehnik dan fisik para pemain. Begitu juga para pelatih dan wasit melalui penataran nantinya, ” tegas Josua Franklin. (Warso)

