Suara Karya

Tak Sekadar Sosialisasi, PT SHJ II Latih Pelajar Hadapi Ancaman Karhutla

KUTAI KARTANEGARA (Suara Karya): Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat PT Sumalindo Hutani Jaya II (SHJ II) dengan menyasar generasi muda.

Melalui sosialisasi dan simulasi pemadaman Karhutla, perusahaan membekali siswa dengan pengetahuan, sekaligus keterampilan dalam menghadapi potensi karhutla sejak dini.

Kegiatan tersebut dilaksanakan petugas Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT SHJ II, di SMA Negeri 02 Marang Kayu Filial, Desa Santan Ulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Kamis (6/8/26).

Sosialisasi tersebut merupakqn bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemerintah, guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya Karhutla dan pentingnya melakukan pencegahan sejak dini.

Para siswa mendapat pemahaman mengenai berbagai penyebab dan dampak Karhutla, langkah-langkah pencegahan, hingga tindakan yang perlu dilakukan ketika menemukan potensi kebakaran.

Materi tidak hanya disampaikan secara teori, tetapi juga diperkuat dengan simulasi pemadaman sehingga siswa memperoleh pengalaman praktis dalam menghadapi situasi kebakaran.

Melalui kegiatan tersebut, PT SHJ II berharap para pelajar tak hanya memahami bahaya Karhutla bagi lingkungan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang menyampaikan pengetahuan tersebut kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan sekitar.

Upaya pencegahan Karhutla yang dilakukan perusahaan juga tidak berhenti pada kegiatan edukasi di sekolah. PT SHJ II menjalankan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang mendorong masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Melalui program tersebut, masyarakat diberi pemahaman mengenai alternatif pembukaan lahan yang lebih aman sekaligus didorong untuk mengembangkan kegiatan ekonomi secara berkelanjutan.

Pemberdayaan dilakukan melalui berbagai kegiatan di bidang pertanian, perikanan, peternakan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan tujuan meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar wilayah konsesi.

Dengan pendekatan tersebut, pencegahan Karhutla tidak hanya dilakukan melalui respons ketika kebakaran terjadi, tetapi juga dengan membangun kesadaran dan kemandirian masyarakat agar aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran dapat dicegah sejak awal.

Pihak SMA Negeri 02 Marang Kayu Filial Desa Santan Ulu menyambut positif kegiatan yang digelar PT SHJ II. Sosialisasi dinilai bermanfaat bagi siswa, karena mendapat pengetahuan sekaligus pengalaman praktik terkait karhutla.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Sumalindo Hutani Jaya II atas pelaksanaan kegiatan ini. Peserta didik kami jadi paham tentang karhutla dan bagaimana cara memadamkannya,” kata guru SMA Negeri 02 Marang Kayu Filial Desa Santan Ulu.

Selain menjadi sarana edukasi lingkungan dan keselamatan, kegiatan tersebut sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih erat antara pihak sekolah dan perusahaan.

Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan edukasi mengenai lingkungan, pencegahan Karhutla, serta keselamatan yang memberikan manfaat bagi siswa dan masyarakat sekitar.

PT SHJ II berharap pengetahuan yang diperoleh para siswa dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan membangun kesadaran sejak usia sekolah, generasi muda diharapkan mampu menjadi pelopor pencegahan Karhutla di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Langkah tersebut menjadi penting karena pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Edukasi kepada generasi muda, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan kemampuan menghadapi kebakaran diharapkan dapat membangun budaya yang lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus mencegah aktivitas yang dapat memicu terjadinya Karhutla. (Tri Wahyuni)

Related posts