SUMEDANG (Suara Karya): PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood) memperluas gerakan ‘Bijak Jajan Cinta Bumi 2026’ hingga ke Kabupaten Sumedang, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Gerakan edukatif tersebut untuk mengajak generasi muda membangun kebiasaan memilih jajanan yang aman dan bergizi, sekaligus peduli terhadap lingkungan.
Peresmian Gerakan Bijak Jajan Cinta Bumi 2026 digelar di SD Negeri Tegalkalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Jumat (25/9/26).
Hadir dalam kegiatan yang diikuti sekitar 670 siswa itu, yaitu Head of Corporate Communication and External Relations Garudafood, Dian Astriana; Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir; Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Eka Ganjar Kurniawan; serta Head of Business Unit Garudafood Sumedang, Doni Sukarno.
Head of Corporate Communication and External Relations Garudafood Dian Astriana dalam sambutan pembukanya menjelaskan, Gerakan ‘Bijak Jajan Cinta Bumi’ merupakan bagian dari upaya perusahaan menanamkan kebiasaan positif kepada generasi muda sejak usia sekolah.
“Bijak Jajan Cinta Bumi merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan diri generasi muda dan kelestarian lingkungan. Kami percaya, kebiasaan baik yang ditanamkan sejak dini akan tumbuh menjadi budaya yang mengakar kuat di masa depan,” ujarnya.
Menurut Dian, perluasan Gerakan hingga ke Sumedang, Kabupatem Bandung dan Kota Bandung menunjukkan komitmen Garudafood dalam memberi manfaat edukasi kepada lebih banyak anak di Indonesia.
Pada 2025, Gerakan ‘Bijak Jajan Cinta Bumi dimulai di sejumlah sekolah dari tingkat SD hingga SMA/SMK di wilayah Surakarta, Jawa Tengah. Total penerima manfaat mencapai lebih dari 20.000 orang.
Tahun ini, cakupan diperluas dengan menargetkan 30 sekolah dan 23.000 penerima manfaat di wilayah Sumedang, Kabupaten Bandung dan Kota Bandung, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK.
Gerakan Bijak Jajan Cinta Bumi 2026 mengusung tiga pilar edukasi, yaitu pentingnya memilih jajanan yang aman dan bergizi, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta kepedulian terhadap lingkungan melalui pengelolaan sampah kemasan secara bertanggung jawab.
Seluruh materi disampaikan secara interaktif melalui permainan, diskusi, dan simulasi agar mudah dipahami dan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir menyambut baik pelaksanaan gerakan tersebut di wilayahnya. Edukasi tentang jajanan sehat dan pengelolaan sampah penting untuk membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami mengapresiasi inisiatif Garudafood yang menghadirkan program edukasi seperti ini di Sumedang,” tuturnya.
Karena, lanjut Dony, pendidikan tentang jajanan sehat dan pengelolaan sampah dinilai penting dalam membentuk generasi muda Sumedang yang tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala SDN Tegalkalong, Siti Masitoh turut mengapresiasi pelaksanaan gerakan tersebut. Menurutnya, edukasi yang dikemas secara menyenangkan membantu siswa memahami pentingnya memilih jajanan sehat dan menjaga lingkungan.
“Gerakan ini membantu kami dalam menanamkan kebiasaan jajan sehat dan cinta lingkungan kepada siswa dengan cara yang menyenangkan, dan mudah dipahami,” ujarnya.
Selain kegiatan edukasi, Garudafood menggelar Lomba Poster Mini dan Kompetisi Kreasi Daur Ulang bagi siswa SD.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk berpartisipasi dan menyalurkan kreativitas, sekaligus memperkuat pesan tentang kebiasaan bijak jajan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui perluasan ‘Bijak Jajan Cinta Bumi 2026’, Garudafood berharap kebiasaan memilih jajanan sehat dan menjaga lingkungan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, tak hanya di sekolah tetapi juga di rumah dan lingkungan sekitar.
Gerakan tersebut diharapkan mendorong kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan dunia pendidikan dalam mengedukasi generasi muda tentang pola konsumsi yang sehat dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. (Tri Wahyuni)

