Suara Karya

KKI 2026 Jadi Panggung 550 UMKM, BI DKI Jakarta Dorong 30 Binaan Tembus Pasar Global

JAKARTA (Suara Karya): Bank Indonesia menjadikan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 sebagai panggung bagi lebih dari 550 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing. Dalam ajang yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta turut membawa 30 UMKM binaannya untuk memperkenalkan produk ke pasar nasional hingga global.

Gelaran yang berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 itu mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing” serta melibatkan 27 kementerian/lembaga dan 34 mitra strategis untuk memperkuat akses pembiayaan, digitalisasi, dan perluasan pasar bagi UMKM.

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa penguatan UMKM ke depan bertumpu pada tiga pilar utama, yakni bangkit, tangguh, dan berdaya saing.

“Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing. Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya Saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” kata Destry saat membuka KKI 2026, dikutip, Minggu (23/8/2026).

Di tingkat daerah, BI DKI Jakarta memanfaatkan KKI sebagai wadah bagi UMKM binaannya untuk memperluas jaringan bisnis dan membuka peluang masuk ke rantai nilai yang lebih luas. Sebanyak 30 UMKM binaan ditampilkan dengan beragam produk unggulan dan inovatif sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses pasar di tingkat nasional maupun internasional.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, mengatakan keikutsertaan tersebut merupakan bagian dari strategi agar UMKM tidak hanya hadir di pameran, tetapi juga memperoleh manfaat bisnis yang berkelanjutan.

“Melalui KKI 2026, kami mendorong UMKM binaan tidak hanya tampil, tetapi juga memperluas pasar, memperoleh akses pembiayaan, masuk ke dalam rantai nilai, serta tumbuh menjadi usaha yang tangguh dan berdaya saing. Inilah langkah bersama untuk menjadikan UMKM sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Jakarta yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Iwan.

Selain melalui KKI, BI DKI Jakarta juga memperkuat ekosistem UMKM lewat program Jagoan Wirausaha Jakarta (JAWARA) yang hingga kini telah memfasilitasi sedikitnya 432 pelaku usaha. Sebelumnya, BI DKI bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menggelar Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 sebagai rangkaian menuju KKI untuk mendorong promosi, transaksi, pembiayaan, dan perluasan pasar UMKM.

KKI 2026 juga mencatat peningkatan partisipasi dibandingkan tahun sebelumnya. Pameran luring diikuti lebih dari 550 UMKM, naik dari 362 UMKM pada KKI 2025. Sementara itu, pameran digital melalui platform resmi KKI melibatkan lebih dari 1.300 UMKM, meningkat dari lebih dari 1.100 peserta pada tahun lalu. (Boy)

Related posts