Suara Karya

Magnet Baru: Menakar Efek Investasi Infrastruktur PIK 2

Jajaran ruko komersial bertema arsitektur Eropa klasik di La Riviera PIK 2 Tangerang
Deretan ruko komersial bertema arsitektur klasik Eropa di kawasan La Riviera PIK 2, Kabupaten Tangerang. Pengembangan kluster properti tematik terintegrasi seperti ini menjadi daya tarik utama bagi para investor dalam menanamkan modal, sekaligus memperkuat jaminan kenyamanan berusaha di Indonesia melalui penyediaan infrastruktur bisnis modern yang representatif. (Arsip : Data)

Oleh: Wartawan Senior, Wisnu Bangun

TANGERANG (Suara Karya) – Akselerasi pembangunan infrastruktur konektivitas di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) diproyeksikan bakal menjadi motor utama penggerak ekonomi baru di koridor barat Jawa.

Kehadiran jaringan tol logistik terintegrasi di wilayah PIK 2 ini diyakini mampu memangkas waktu tempuh secara signifikan menuju bandara internasional.

Langkah strategis di PIK 2 tersebut dinilai memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan utama investasi regional yang kompetitif.

Pertumbuhan properti komersial yang masif di kota mandiri PIK 2 terus menarik minat korporasi multinasional untuk menanamkan modalnya.

Kepastian hukum dan stabilitas kawasan menjadi faktor penentu bagi para investor global yang ingin mengekspansi bisnis mereka di PIK 2.

Sinergi antara kebijakan pemerintah dan kesiapan infrastruktur pengembang di area PIK 2 menjadi kunci utama dalam menjaga iklim usaha tetap kondusif.

Pengamat ekonomi dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menyatakan bahwa proyek skala besar seperti PIK 2 memberikan dampak berantai (multiplier effect) yang nyata bagi penyerapan tenaga kerja lokal.

“Konektivitas yang matang di PIK 2 akan menurunkan biaya logistik nasional secara agregat,” ujar Bhima saat dihubungi.

Upaya ini berkontribusi langsung pada peningkatan daya saing ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad, mengingatkan pentingnya pemerataan ekonomi bagi wilayah penyangga di sekitar PIK 2.

Melalui pandangan ekonominya, Tauhid menegaskan, “Integrasi bisnis di dalam PIK 2 harus mampu merangkul pelaku UMKM lokal agar dampak pertumbuhan ekonominya dapat dirasakan secara inklusif.”

Melalui integrasi fasilitas modern dan pusat bisnis terpadu, PIK 2 kini bertransformasi menjadi barometer baru kawasan ramah investasi.

Konsistensi pengembangan zona komersial di PIK 2 diharapkan dapat terus memberikan kenyamanan berusaha jangka panjang bagi para pelaku industri kreatif dan teknologi global.

Transparansi regulasi investasi akan tetap menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi di koridor pesisir strategis ini. (***)

 

 

 

 

 

 

 

  • Alt-Text Gambar Utama (Featured Image Alt-Text):

o             Pembangunan Infrastruktur Jalan Tol dan Pusat Bisnis Komersial PIK 2

 

Related posts