JAKARTA (Suara Karya): Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) memberi penghargaan Adibahasa 2026 kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, karena dinilai berhasil dalam
pembangunan bidang kebahasaan dan kesastraan, terutama dalam pelestarian bahasa daerah.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman pada acara Puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2026, di Jakarta, Rabu (28/10/26).
Acara yang mengusung tema ‘Bahasa Indonesia Bermartabat, Indonesia Berdaulat’ juga dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) periode 1993-1998, Wardiman Djojonegoro; Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah; dan Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin menjelaskan, penghargaan Adibahasa merupakan salah satu bentuk apresiasi terhadap pemerintah daerah, berdasarkan capaian pembangunan kebahasaan dan kesastraan yang dinilai melalui Indeks Pembangunan Kebahasaan.
“Terima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah memberi dukungan nyata atas pelestarian bahasa daerah. Sinergi pemerintah pusat dan daerah menjadi penting untuk menjaga kekayaan bahasa sekaligus memperkuat identitas bangsa,” tegasnya.
Menurut Hafidz, pengembangan bahasa Indonesia harus berjalan beriringan dengan pelestarian bahasa daerah dan penguasaan bahasa asing. Prinsip itu terangkum dalam Trigatra Bangun Bahasa, yakni mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.
Selain penghargaan Adibahasa kepada pemerintah daerah, peringatan Bulan Bahasa dan Sastra 2026 juga diisi dengan berbagai penganugerahan di bidang kebahasaan dan kesastraan.
Ia menyebutkan, penghargaan yang diberikan tahun ini mencakup apresiasi Gerakan Literasi, penghargaan sastra Kemendikdasmen, penghargaan bagi pengguna bahasa Indonesia di media massa, penghargaan bagi kementerian dan lembaga yang menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dalam naskah dinas, serta penghargaan bagi unit utama Kemendikdasmen dalam penggunaan bahasa Indonesia.
Penganugerahan juga diberikan kepada tokoh publik yang dinilai berkontribusi dalam bidang kebahasaan, selain penghargaan Adibahasa kepada pemerintah daerah.
Rangkaian Bulan Bahasa dan Sastra tahun ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, mulai dari festival kebahasaan dan kesastraan, pemilihan Duta Bahasa, festival musikalisasi puisi, hingga perlombaan membaca dan mengulas buku serta deklamasi puisi bagi penyandang disabilitas netra.
Badan Bahasa juga berkolaborasi dengan pemerintah daerah, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, media massa, organisasi profesi, dan masyarakat untuk memperluas partisipasi dalam kegiatan kebahasaan dan kesastraan di berbagai wilayah Indonesia.
Peringatan Bulan Bahasa dan Sastra tahun ini memiliki makna khusus karena menandai 100 tahun perjalanan gagasan bahasa persatuan sejak 1926 hingga 2026.
Gagasan tersebut kemudian diteguhkan melalui ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.
“Peringatan Bulan Bahasa dan Sastra 2026 tak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum ini harus menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan kebanggaan terhadap bahasa Indonesia, sekaligus menjaga keberagaman bahasa daerah agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ucap Hafidz menandaskan. (Tri Wahyuni)

