Suara Karya

Anugerah LSF Kembali Digelar, Kedepankan Budaya Sensor Mandiri

JAKARTA (Suara Karya): Anugerah Lembaga Sensor Film (LSF) 2023 akan digelar pada 14 September 2023 di Stasiun Televisi Indosiar. Kriteria penerima penghargaan mengedepankan Program Budaya Sensor Mandiri (BSM) yang diinisiasi oleh LSF.

“Tahun ini ada 20 kategori penerima penghargaan Anugerah LSF 2023. Satu kategori tambahan untuk Kepala Daerah Peduli Sensor Mandiri,” kata Ketua LSF, Rommy Fibri Hardiyanto dalam keterangan pers, di Jakarta, Kamis (31/8/23).

Rommy menjelaskan, Anugerah LSF diselenggarakan pertama kali pada 2017. Agenda tahunan itu sempat terhenti pada 2019-2020 karena ada pergantian anggota di LSF.

“Baru pada 2021 kembali digelar Anugerah LSF. Perhelatan ditiadakan pada 2022 karena kondisi pandemi yang belum surut. Anugerah LSF yang ke-4 bisa terselenggara lagi tahun 2023 ini,” tuturnya.

Ditambahkan, Anugerah LSF dibuat untuk memberi apresiasi kepada pelaku perfilman, industri perfilman dan eksibitor yang taat melakukan sensor, tetapi tetap mengedepankan pendidikan, budaya dan menjalankan fungsi, tujuan, asas film, serta memberi nilai tambah kepasa pemangku kepentingan perfilman yang giat mendukung Program BSM.

“Antusiasme para nomine dan peraih apresiasi di Anugerah LSF 2021 diharapkan menjadi pendorong untuk mengulang kesuksesan yang sama pada tahun ini,” kata Rommy.

Anugerah LSF 2023 mengambil tema ‘Budaya Sensor Mandiri, Bangga Karya Anak Bangsa.’ Tema itu dipilih sebagai bentuk apresiasi LSF atas perfilman nasional. Selain juga mengajak masyarakat untuk lebih menghargai karya anak bangsa.

“Lewat Anugerah LSF, kami ingin seluruh pemangku kepentingan perfilman terus menciptakan karya bagus dan monumental, yang akan membanggakan dunia perfilman Tanah Air,” kata Rommy.

Disebutkan 20 kategori dalam gelaran Anugerah LSF 2023, yaitu Film Bioskop Semua Umur; Film Bioskop 13+; Film Bioskop 17+; Film Bioskop 21+; Sinetron; Iklan Komersial Bangga Budaya Bangsa; ILM Bangga Budaya Bangsa; TV Peduli Pendidikan; dan TV Peduli Kebudayaan.

Kategori lainnya adalah TV Peduli Nasionalisme Kebangsaan; TV Peduli Dokumenter Indonesia; TV Peduli Sensor Mandiri; TV Lokal Peduli Sensor Mandiri; TV Berjaringan Peduli Muatan Lokal; Bioskop Peduli Sensor Mandiri; Rumah Produksi Peduli Sensor Mandiri; OTT Peduli Sensor Mandiri; FTV; Kepala Daerah Peduli Sensor Mandiri; dan Lifetime Achievement.

Untuk kategori film bioskop, tahap penjurian dimulai 1 November 2021 hingga 30 Juni 2023. Untuk kategori program televisi dan iklan dimulai 1 Juli 2021 hingga 30 Juni 2023, dan eksibitor dimulai 1 Juli 2021 hingga 30 Juni 2023.

Parameter penting bagi karya yang masuk nominasi Anugerah LSF 2023 adalah lulus sensor tanpa revisi atau paling sedikit revisinya. Karya berpedoman pada BSM serta kesesuaian klasifikasi usia.

Ditanya jumlah nominasi penerima Anugerah LSF 2023, Rommy belum bisa menyebutkan karena proses penjurian masih berlangsung. Kendati demikian, hingga hari ini tercatat ada 205 judul film yang sudah dinilai.

Soal kategori baru untuk Kepala Daerah Peduli Sensor Mandiri, Rommy menjelaskan, hal itu merupakan bentuk apresiasi LSF atas semangat dan kerja keras daerah dalam membantu sosialisasi Program BSM.

“Lewat penghargaan ini diharapkan makin banyak daerah yang serius membantu LSF dalam sosialisasi Program BSM. Dengan demikian, muncul kesadaran diri untuk menonton film dan tayangan sesuai klasifikasi usia,” kata Rommy menandaskan. (Tri Wahyuni)

Related posts