JAKARTA (Suara Karya): APP Group menggandeng Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI) untuk membantu pemulihan kesehatan masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui donasi sekitar Rp150 juta dalam program Nusa Pulih 2026.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat di sejumlah wilayah terdampak, yakni Ruteng di Kabupaten Manggarai, Dampek di Kabupaten Manggarai Timur, serta Aeramo di Kabupaten Nagekeo.
Penyerahan bantuan dihadiri Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Dr dr Anna Rozaliyani, M.Biomed, SpP(K); Ketua Umum ILUNI FKUI Marsma (Purn) Dr dr Wawan Mulyawan, SpBS(K), SpKP, Subsp.N-TB, FINSS, AAK; Managing Director Sinar Mas Saleh Husin; dan Direktur APP Group Suhendra Wiriadinata.
Melalui program Nusa Pulih 2026, ILUNI FKUI telah mengirimkan 5 tim delegasi yang terdiri dari 4 dokter spesialis, 13 peserta program pendidikan dokter spesialis (PPDS)/residen, 5 dokter umum, 3 mahasiswa kedokteran/co-ass, satu perawat, dan satu radiografer.
Direktur APP Group, Suhendra Wiriadinata mengatakan, dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian APP Group terhadap masyarakat terdampak bencana, sekaligus memastikan bantuan disalurkan melalui mitra yang memiliki kapasitas dan jaringan pelayanan kesehatan di lapangan.
“Sejak awal terjadinya bencana di NTT, kami ingin membantu masyarakat yang terdampak. Bertemu dengan ILUNI FKUI, semoga bantuan diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Dan memberi manfaat nyata dalam proses pemulihan di NTT,” kata Suhendra.
Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin berharap, dukungan APP Group dapat membantu memperluas jangkauan bantuan ke masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah terdampak.
“Kami berharap, adanya bantuan dari APP Group akan terjaring juga bantuan-bantuan ke area yang terdampak bencana di NTT,” tuturnya.
Ketua Umum ILUNI FKUI, Marsma (Purn) Dr dr Wawan Mulyawan mengapresiasi, dukungan APP Group yang dinilai dapat membantu memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat terdampak.
“Kami berterima kasih kepada APP Group atas dukungan yang diberikan,” kata Wawan.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Dr dr Anna Rozaliyani juga mengapresiasi kepercayaan dan kolaborasi yang terbangun untuk mendukung masyarakat terdampak bencana.
“Kami berharap kerja sama ini dapat terus berkembang, baik bersama ILUNI FKUI maupun FKUI,” ucap Anna.
Koordinator Nusa Pulih 2026 Dr dr Riyadh Firdaus, SpAn-TI, Subsp.N.An.(K) mengatakan, kebutuhan masyarakat terdampak tetap perlu mendapat perhatian, meski fase tanggap darurat telah berlalu.
Menurut dia, perhatian kini perlu diarahkan pada proses pemulihan, termasuk keberlanjutan pelayanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
“Meski fase tanggap darurat di NTT telah berlalu, kebutuhan masyarakat di area terdampak belum berakhir. Saat ini perhatian perlu terus diarahkan ke proses pemulihan, termasuk keberlanjutan pelayanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak,” ujar Riyadh.
Selain pelayanan kesehatan langsung, Nusa Pulih 2026 juga mencakup dukungan berupa hibah alat medis dan nonmedis, reagensia laboratorium, serta obat-obatan untuk menunjang pelayanan di wilayah terdampak. APP Group menjadi salah satu kolaborator dalam program tersebut.
Sebelumnya, APP Group bersama Sinar Mas dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia juga menyalurkan bantuan kemanusiaan ke sejumlah wilayah terdampak gempa di NTT pada Agustus 2026.
Bantuan tersebut meliputi 12 ton logistik yang dikirim melalui kapal TNI AL ke Manggarai dan Nagekeo, berupa tenda, terpal, kelambu, genset, air mineral, obat-obatan, serta kebutuhan bayi dan perempuan.
Selain itu, sebanyak 1.500 paket logistik didistribusikan ke masyarakat di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Sebanyak 2.600 lembar selimut juga diserahkan melalui Polda NTT untuk membantu memenuhi kebutuhan para pengungsi. (Tri Wahyuni)

