Suara Karya

BI DKI Jalankan Digitalisasi Pasar Inklusif 4.0 di 72 Pasar Tradisional

JAKARTA (Suara Karya): Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta resmi menjalankan Program Digitalisasi Pasar Inklusif 4.0 yang akan dilaksanakan di 72 pasar tradisional milik Perumda Pasar Jaya sepanjang Juni hingga Oktober 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya mempercepat ekonomi dan keuangan digital sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi BI DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabodebek, Perumda Pasar Jaya, serta sejumlah Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) dari sektor perbankan maupun nonbank. Kick off program digelar di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Jumat (26/6/2026).

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Reny Julianie F, mengatakan Program Digitalisasi Pasar Inklusif 4.0 dirancang untuk menghadirkan ekosistem pasar yang lebih modern, efisien, dan terintegrasi sehingga mampu menjadi salah satu penggerak perekonomian DKI Jakarta.

Menurut Reny, salah satu fokus program adalah memperluas akseptasi pembayaran digital melalui QRIS di pasar tradisional. Untuk mendukung hal tersebut, BI melibatkan lebih banyak penyedia jasa pembayaran, baik bank maupun nonbank, agar pedagang dan masyarakat memiliki akses terhadap layanan pembayaran digital yang semakin cepat, mudah, murah, aman, dan andal.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program digitalisasi pasar selama ini telah menunjukkan hasil berupa bertambahnya merchant QRIS serta meningkatnya volume dan nilai transaksi QRIS. Peningkatan tersebut tidak hanya terjadi pada aktivitas jual beli, tetapi juga pada ekosistem pendukung pasar seperti layanan parkir dan layanan lainnya.

Selain memperluas penggunaan pembayaran digital, BI DKI Jakarta juga memberikan edukasi kepada para pedagang selama program berlangsung. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan literasi keuangan digital sehingga pemanfaatan layanan pembayaran digital di pasar tradisional dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Reny menambahkan, BI DKI Jakarta akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, OJK, Perumda Pasar Jaya, serta penyedia jasa pembayaran untuk mendukung penguatan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan di Jakarta. Program tersebut diharapkan semakin mempercepat transformasi digital pasar tradisional sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah. (bl)

Related posts