JAKARTA (Suara Karya) : GM Utut Adianto memberikan acungan jempol 33 pengurus provinsi (Pengprov) Percasi hadir dalam Musyarah Nasional (Munas) PB Percasi XXX yang digelar di The Tavia Heritage Hotel 11 April 2026.
“Para Pengprov Percasi yang hadir merupakan tulang punggung pembinaan dan pembibitan atlet di daerah. Hadirnya dalam Munas Percasi bisa menyuarakan pikiran, intropeksi dan menghadapi tantangan kedepan”jelas Utut dalam sambutannya.
Tak ketinggalan, GM Utut sampaikan apresiasi kepada seluruh pegiat olahraga catur yang begitu bekerja keras untuk membinaan olahraga catur di Tanah Air.
Kondisinya, catur membutuhkan banyak dukungan agar lebih baik. “Catur merupakan cabang olahraga yang paling ‘kering’ untuk bantuan,” lanjutnya.
“Semua itu kita jalani hidup sebagai kesatria dan tantangan kedepan sebagai Ketua Umum PB Percasi nantinya, “paparnya.
Sementara Munas Percasi XXX/2026 resmi dibuka dengan simbolisasi pemukulan gong oleh Menpora RI Erick Thohir yang juga mengapresiasi kerja keras dan kepemimpinan GM Utut dalam membina olahraga catur.
“Olahraga itu tidak hanya prestasi tapi juga ada industri olahraga, kalau hanya bicara prestasi tapi industri tidak berkembang, itu sulit,” terangnya.
Untuk itu Menpora menyampaikan Ide kepada Percasi agar mendorong catur online digencarkan lagi untuk menarik minat kawula muda bermain catur.
Pada kesempatan yang sama Ketum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman memberikan apresiasi kepada Ketum PB. Percasi masa bakti 2022-2026 Drs.Grandmaster Utut Adianto atas kerja kerasnya membina olahraga catur di Indonesia.
“Saya juga mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih dan ofisial Percasi Indonesia telah meraih prestasi yang membanggakan di antaranya yaitu, SEA Games Thailand 2025 dengan 1 medali emas, 2 medali perak dan 4 medali perunggu dan 9th Eastern Asia Youth Chess Championship (EAYCC) 2025 di Zhuhai, Cina dengan 4 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu,” katanya.
Potensi catur ini luar biasa karena di daerah mulai tingkat kelurahan, tidak ada orang Indonesia yang tidak main catur,” lanjut Marciano.
“Saya harapkan Munas ini melakukan proses agendanya sesuai AD/ART Percasi dan Munas ini berjalan dengan rasa penuh kekeluargaan, hanya karena persatuan saudara-saudara, catur dapat lebih berprestasi,” sambungnya.
Ketum KONI Pusat ingin Indonesia memiliki banyak Grandmaster catur yang baru. Dengan banyaknya pecatur bergelar GM maka persaingan prestasi akan lebih tajam lagi untuk berkiprah ditingkat internasional. (Warso)
