JAKARTA (Suara Karya): Ekonomi DKI Jakarta menunjukkan pertumbuhan yang membanggakan pada triwulan IV 2024 dengan kenaikan 5,01% (year-on-year) dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencatatkan pertumbuhan 4,93% (yoy). Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Arlyana Abubakar, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/2/2025).
Dari data BPS, kata Arlyana, DKI Jakarta yang memiliki pangsa 16,48% terhadap perekonomian nasional, mencatat peningkatan pertumbuhan yang didorong oleh beberapa komponen permintaan utama, yaitu Konsumsi Rumah Tangga (RT), Investasi, dan Ekspor. Dari segi Lapangan Usaha (LU), pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh LU Perdagangan, LU Konstruksi, LU Informasi dan Komunikasi (Infokom), serta LU Industri Pengolahan.
Konsumsi Rumah Tangga tumbuh sebesar 5,14% (yoy) meskipun sedikit lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang mencapai 5,26% (yoy). Pertumbuhan ini didukung oleh berlangsungnya berbagai event besar, seperti HBKN Nataru serta sejumlah kegiatan MICE dan event-event lainnya pada akhir tahun.
“Investasi menunjukkan performa yang lebih impresif dengan pertumbuhan mencapai 7,54% (yoy), meningkat signifikan dari triwulan sebelumnya yang mencatatkan pertumbuhan 4,27% (yoy). Peningkatan investasi ini terutama disebabkan oleh pembangunan bangunan yang terus mendapatkan suntikan modal, seiring dengan berjalannya proyek-proyek strategis dari pemerintah dan sektor swasta yang bersifat multitahun,” ujarnya.
Selain itu, sektor ekspor juga mencatatkan peningkatan yang signifikan menjadi 14,66% (yoy) dari 13,40% (yoy) pada triwulan sebelumnya. Peningkatan ekspor terutama disebabkan oleh membaiknya ekspor produk otomotif serta peningkatan ekspor komoditas lain seperti pakaian dan aksesorinya, produk kimia, serta logam mulia dan perhiasan.
Meski sektor-sektor utama menunjukkan pertumbuhan yang positif, Konsumsi Pemerintah tumbuh melambat menjadi 5,20% (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 11,85% (yoy). Perlambatan ini disebabkan oleh front-loading belanja di awal tahun, khususnya terkait belanja Pemilu.
Begitu pula dengan Konsumsi LNPRT yang tumbuh melambat menjadi 6,84% (yoy) dari 11,99% (yoy) triwulan sebelumnya. Penurunan ini sejalan dengan berakhirnya periode kampanye Pilkada pada pertengahan triwulan IV 2024.
Pertumbuhan Berdasarkan Lapangan Usaha
Dari sisi Lapangan Usaha, LU Perdagangan tetap menjadi andalan dengan pertumbuhan tinggi sebesar 7,26% (yoy), meskipun sedikit menurun dari 7,96% (yoy) triwulan sebelumnya. Hal ini didorong oleh tingginya aktivitas masyarakat saat HBKN Nataru.
Sektor LU Konstruksi menunjukkan pertumbuhan yang semakin kuat, mencapai 9,39% (yoy) dibandingkan 5,65% (yoy) pada triwulan sebelumnya, sejalan dengan kenaikan di sektor investasi. Sementara itu, LU Infokom juga menunjukkan peningkatan menjadi 4,36% (yoy) dari 4,27% (yoy) yang didorong oleh tingginya penggunaan data dan internet selama acara HBKN Nataru.
Di sektor industri, LU Industri Pengolahan mencatat pertumbuhan sebesar 1,35% (yoy) yang sedikit lebih tinggi dari 1,33% (yoy) pada triwulan sebelumnya. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh perbaikan ekspor otomotif dan pemenuhan permintaan domestik.
Namun, LU Jasa Keuangan mengalami perlambatan dengan pertumbuhan mencapai 2,60% (yoy), turun dari 6,09% (yoy) pada triwulan sebelumnya, yang mencerminkan melambatnya penyaluran kredit.
Prospek Ekonomi Jakarta
Meskipun pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta secara keseluruhan pada tahun 2024 tercatat sebesar 4,90% (ctc), sedikit lebih rendah dari 4,96% (ctc) pada tahun 2023 dan juga sedikit di bawah pertumbuhan nasional yang mencapai 5,03% (ctc), Arlyana Abubakar menegaskan komitmen pemerintah dan Bank Indonesia untuk terus memantau perkembangan berbagai indikator perekonomian.
“Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta akan terus memonitor perkembangan indikator perekonomian di tingkat daerah, nasional, dan global. Sinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan terus diperkuat guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor, sehingga dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan, serta mewujudkan Jakarta sebagai Kota Global yang berdaya saing,” ujar Arlyana.
Dengan langkah strategis tersebut, diharapkan Jakarta dapat terus mengukir pertumbuhan ekonomi yang solid meski di tengah tantangan ekonomi global dan domestik yang terus berkembang. (Boy)
