Suara Karya

Ramah Lingkungan, Tim II KKN Undip Kenalkan Ecoprint ke Siswa di Ngabean!

JAKARTA (Suara Karya): Sembilan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yang tergabung dalam Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar pelatihan ecoprint kepada sejumlah siswa sekolah dasar (SD) di Desa Ngabean, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

“Pelatihan tersebut bagian dari pengenalan konsep pembelajaran kreatif yang ramah lingkungan,” kata Ketua Tim II KKN Undip yang juga mahasiswa program studi (Prodi) Teknik Elektro, Rizal Nur Buana dalam keterangan pers, di Jakarta, Sabtu (17/8/24).

Rizal dalam kesempatan itu didampingi Farhan Citra Kusuma dari Prodi Teknik Industri, Hikmal Chafidz Kafa dari Prodi Teknik Geologi, Nisrina Amalia Puteri dari Prodi Agribisnis, dan Indah Silvia Medena dari Prodi Teknologi Pangan.

Hadir pula Janice Bianca Eugenia dari Prodi Ilmu Ekonomi, Naeli Mahbubah dari Prodi Akuntansi Perpajakan, Indri Widyadhari dari Prodi Administrasi Publik, serta Kirana Rahadiyanti dari Prodi Ilmu Hukum.

Rizal menjelaskan, ecoprint adalah teknik mencetak pola pada kain dengan menggunakan daun, bunga, dan bagian lain dari tumbuhan yang ramah lingkungan. Diharapkan siswa tak hanya menjadi kreatif tetapi juga peduli lingkungan sejak dini.

“Dalam pelatihan ini, kami kenalkan kepada siswa bahan-bahan alami yang bisa dimanfaatkan siswa untuk membuat pola-pola di atas kain polos,” tutur Rizal.

Dalam sesi awal, Tim II KKN Undip menjelaskan konsep dasar tentang ecoprint dan perannya dalam mengurangi bahan kimia berbahaya dalam industri tekstil.

“Kami senang karena adik-adik bisa memahami konsep ecoprint. Hal itu terlihat dari beberapa pertanyaan yang diajukan siswa. Semoga kebiasaan baik ini bisa dibawa mereka hingga dewasa,” pungkasnya.

Setelah itu, siswa diajak berkeliling sekolah untuk mengumpulkan daun dan bunga, yang akan digunakan sebagai media cetak. Para siswa tampak antusias saat menata daun-daun tersebut di atas tas kanvas yang telah di sediakan.

Tak hanya berteori, Tim II KKN Undip langsung meminta para siswa untuk mulai mencetak pola dengan menggunakan media cetak dari daun dan bunga. Meski sedikit belepotan, anak-anak tetap bersemangat selama proses pengerjaannya.

“Proses ini tak hanya mengajarkan kreativitas, tetapi juga menanamkan pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijak,” kata Rizal menegaskan.

Pelatihan yang berlangsung selama 3 jam itu diakhiri dengan sesi refleksi, dimana para siswa berbagi pengalaman dan hasil karya mereka.

Tim II KKN UNDIP berharap, kegiatan itu selain memberi keterampilan baru kepada siswa, tetapi juga membangun kesadaram tentang pentingnya menjaga lingkungan sejak dini.

“Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya Tim II KKN Undip dalam menerapkan pendidikan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di Desa Ngabeyan, Kendal,” kata Rizal menandaskan. (Tri Wahyuni)

Related posts