KUTAI KARTANEGARA (Suara Karya): PT Surya Hutani Jaya (SHJ) mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sumber Sari, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, naik kelas melalui dukungan sarana produksi dan peningkatan kapasitas usaha.
Program yang dijalankan melalui Desa Makmur Peduli Alam (DMPA) tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus membangun sumber penghidupan yang berkelanjutan.
Salah satu penerima manfaatnya adalah Kelompok UMKM Maju Bersama yang beranggotakan delapan perempuan. UMKM yang diketuai Juwani itu mengembangkan usaha produksi aneka keripik, kue, dan jamu tradisional.
Pada 1 Juli 2026, SHJ menyerahkan sejumlah sarana dan prasarana pendukung untuk produksi kepada kelompok tersebut.
Selain peralatan untuk menunjang pembuatan keripik, kue, dan jamu tradisional, SHJ juga memberi dukungan pembuatan label produk untuk memperbaiki kualitas kemasan sekaligus meningkatkan daya tarik produk di pasar.
Ketua Kelompok UMKM Maju Bersama, Juwarni mengatakan, dukungan tersebut membantu kelompok meningkatkan kapasitas produksi dan membuat produk lebih siap dipasarkan.
“Kami berterima kasih kepada PT Surya Hutani Jaya atas bantuan yang diberikan. Peralatan ini sangat membantu kami untuk meningkatkan kapasitas produksi keripik, kue, dan jamu tradisional,” ujarnya.
Dukungan label produk, lanjut Juwani, membuat kemasan produk menjadi lebih baik dan lebih siap dipasarkan secara luas.
Tak berhenti pada dukungan sarana produksi, SHJ melanjutkan penguatan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan administrasi bertema ‘UMKM Berdaya Saing’ pada 13 Agustus 2026 lalu.
Kegiatan tersebut digelar SHJ berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas Mulawarman Kuliah, peserta Kerja Nyata (KKN) Angkatan 52. Pelatihan diikuti UMKM binaan perusahaan bersama pelaku UMKM lainnya di Desa Sumber Sari.
Dalam pelatihan tersebut, Sriyani dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kutai Kartanegara memberi materi tentang pengelolaan keuangan UMKM melalui pembukuan.
Peserta mendapat pemahaman mengenai pentingnya pencatatan keuangan secara tertib dan sederhana untuk memantau arus kas, mengetahui perkembangan usaha, serta mendukung pengambilan keputusan bisnis.
Sementara itu, mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Universitas Mulawarman, Annisa Maharani memberi materi mengenai Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, dan digitalisasi UMKM.
Materi tersebut akan memperkuat pemahaman pelaku usaha mengenai legalitas, sertifikasi produk, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pemasaran.
Kepala Departemen Social Community Engagement PT Surya Hutani Jaya, Arnold Siagian mengatakan, dukungan sarana usaha dan peningkatan kapasitas merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif di masyarakat.
“PT Surya Hutani Jaya berkomitmen mendukung kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha produktif yang berkelanjutan,” katanya.
Bantuan sarana usaha dan pelatihan yang diberikan, menurut Arnold Siagian, tak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan sumber penghidupan yang lebih baik bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Ditambahkan, penguatan ekonomi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Program DMPA yang mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat dengan kepedulian terhadap lingkungan.
“Lewat Program Desa Makmur Peduli Alam, kami ingin mendorong masyarakat untuk memiliki usaha yang produktif dan berkelanjutan,” tuturnya.
Kesejahteraan masyarakat semakin baik, seiring dengan tumbuhnya kesadaran untuk menjaga lingkungan serta mendukung upaya pencegahan kebakaran permukiman, hutan, dan lahan.
Dengan dukungan sarana produksi, penguatan administrasi, legalitas usaha, sertifikasi halal, dan digitalisasi, SHJ berharap UMKM di Desa Sumber Sari semakin mandiri, profesional, dan mampu bersaing.
Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat juga diharapkan dapat memperkuat pembangunan desa yang berkelanjutan, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat dan kepedulian bersama terhadap lingkungan. (Tri Wahyuni)

