KETAPANG (Suara Karya): PT Buana Megatama Jaya (BMJ) mendonasikan 5 unit mesin lengkap untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Upaya tersebut sebagai dukungan atas kesiapsiagaan dan respons penanganan karhutla di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Bantuan diserahkan ke Kodim 1203/Ketapang, pada Rabu (9/9/26). Dukungan itu menjadi bagian dari kolaborasi antara dunia usaha, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dalam memperkuat upaya pencegahan serta penanggulangan karhutla di tingkat lokal.
Perwakilan PT Buana Megatama Jaya, Muryadi Usman mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap penguatan sarana dan kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi risiko karhutla.
“Pencegahan dan penanggulangan karhutla butuh keterlibatan semua pihak. Lewat bantuan ini, kami berharap terjadi penguatan kesiapsiagaan karhutla di Ketapang,” kata Muryadi Usman usai serah terima bantuan.
Menurutnya, penguatan sarana perlu berjalan beriringan dengan koordinasi dan upaya pencegahan sejak dini.
“Karhutla bukan persoalan yang bisa ditangani oleh satu pihak saja. Butuh koordinasi yang baik antara pemerintah, TNI, perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat agar pencegahan dapat dilakukan sejak awal dan penanganan dapat dilakukan dengan cepat,” ujarnya.
PASI OPS Kodim 1203/Ketapang Kapten Inf. Andri Fitri memberi apresiasi atas dukungan yang diberikan PT BMJ. Ketersediaan sarana penanggulangan kebakaran menjadi salah satu unsur penting dalam memperkuat kesiapan personel di lapangan.
“Tambahan lima unit mesin untuk pencegahan karhutla ini akan memperkuat kesiapsiagaan kami dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Kecepatan respons sangat penting, agar api dapat dikendalikan sejak awal,” katanya.
Ia menambahkan, pencegahan dan penanganan karhutla membutuhkan sinergi lintas sektor. “TNI tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi bersama sangat penting untuk memperkuat pencegahan maupun penanganan di lapangan,” tuturnya.
Kepala Desa Air Hitam, Samsidi mengatakan, kolaborasi antara aparat, perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat sangat diperlukan karena masyarakat berada paling dekat dengan wilayah yang berpotensi kebakaran.
“Bagi kami, yang paling penting adalah bagaimana potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin. Dukungan sarana kepada aparat, tentu akan membantu memperkuat kesiapsiagaan,” kata Samsidi.
Tokoh masyarakat H Ilmik menilai keterlibatan berbagai pihak dalam pencegahan karhutla juga penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Masyarakat menyambut baik dukungan ini. Kami berharap, tak hanya peralatan, tetapi bagaimana membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mencegah potensi terjadinya kebakaran,” katanya. (Tri Wahyuni)

